Selasa, 04 Oktober 2011

MENIKMATI INDAHNYA PESONA GEDE PANGRANGO



Menaiki  metro mini selepas Magrib, saya bobby dan iin bergerak menuju Terminal Kampung Rambutan.
Sekitar pukul 20:30 kami tiba di Terminal, dan tidak lama berselang Bayu datang menyusul. Yaa, kami berempat siap untuk memulai perjalanan menuju Cibodas untuk menaklukkan Puncak Gunung Gede-Pangrango.
Setelah sekian lama ngetem nungguin penumpang penuh, tapat pukul 22:00, bis menuju Cianjur mulai berangkat. Menikmati perjalanan malam, sambil melihat dari jendela dan bercengkerama dalam bis sampai akhirnya kami terlelap. Perlahan udara mulai terasa dingin, yaaa… kami ternyata sudah tiba di kawasan puncak, dan satu persatu diantara kamipun terbangun.
Cibodas…Cibodas..Cibodas…  yang turun Cibodas… (suara kernet bis dari luar jendela)
Kami bergegas turun dan langsung melanjutkan perjalanan menuju terminal Cibodas dengan menaiki angkot warna kuning.
Sekitar pukul 00:00 kami akhirnya sampai di warung Mang Asep dan berkumpul dengan teman2 yang lain. Disana sudah menungu Bu Nang, yaa… bu Nang lah yang mengajak kami untuk ikut ke Gede. Dan kami semua berjumlah 12 orang.
Terimakasih kami untuk Bu Nang…
Udara di warung Mang Asep cukup membuat badan ini gemetar. Teh hangat dan sepiring nasi goreng cukup memberikan kehangatan malam itu. Karena malam sudah semakin larut, dan kamipun istirahat. Karena esoknya kami bersiap untuk kembali mengukir catatan perjalanan hidup.
Pukul 04:30 suara Bu Nang membangunkan kami… hahaa… Bu Nang emang tiada duanya, kalo ada beliau, suasana jadi rame, ga garing.. hebring dah pokoknye…
Bu Nang adalah PeMuLa (PEndaki MUka LAma) untuk gunung2 di Jawa. Semua gunung di Jawa sudah pernah di dakinya. Jangan heran kalo ketemu ma Bunang, teman’a ada dari semua kalangan. Gaul abis dah..!!

Setelah selesai ngepack semua barang, kemudian sarapan, dan pukul 05:30 sebuah mobil pick – up warna biru mengantarkan kami menuju Pos Gunung Putri. 
 
Dan pukul 06:00 kami memulai menaiki gunung Gede Pangrango. Mulai melewati ladang bawang dan brokoli hingga kami berhenti sejenak di pos pemeriksaan Gunung Putri. Dan disana kami bertemu dengan pendaki lain. Cukup banyak pengunjung Gunung Gede waktu itu. Kemudian perjalanan kami lanjutkan.
Irama pendakian sukup santai, karena kami rombongan dan tidak semua bisa naik dalam tempo yang cepat. Sambil becengrama, foto2 dan ngemil di setiap tempat peristirahatan.
Jalur gunung putri cukup menantang, tapi rindang, karena banyak pepohonan. 


Menjalin persahabatan dalam setiap langkah, mengasah pribadi dan mengukir cerita indah hingga sampailah kami di Alun-alun Surya Kencana tepat pukul 15:00.
Tempat ini merupakan sebuah padang rumput yang sangat luas, dan ditumbuhi bunga edelweis. Pemandangan disini sungguh sangat indah. 

Subhanallah… 
 

Setelah puas menikmati indahnya pesona Surya Kencana, kemudian kami mencari lokasi untuk mendirikan tenda. Karena di Surya Kencana ini banyak terdapat sumber air dan banyak pengunjung yang mendirikan tenda di lokasi ini.
Setelah menemukan lokasi yang strategis, Bayu, Bobby, Iin dan saya pergi mengambil air sambil kami sholat ashar berjamaah. Kemudian kami mendirikan tenda, dan kemudian acara masak2pun dimulai. Bayu dan iin bertindak sebagai Koki. Mie rebus, sarden menjadi menu makan kami. Di tambah dengan snack sebagai pelangkap. dan tak ketinggalan acara jepret2, kebetulan saya dapat pinjaman kamera keren dari temen saya Ija yang bekerja di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Thanks to Ija atas pinjeman kameranya..

 
Hari mulai gelap, udara terasa semakin dingin. Setelah sholat dan makan malam, kami pun istirahat. Padahal cuaca di luar teramat cerahnya. Bintang2 tampak menghiasi langit Surya Kencana malam itu, tapi karena kelelahan dan dingin kamipun menghiraukannya.
Terlihat Iin tertidur dengan pulas, dan Bobby mulai ambil posisi dan ancang2 untuk terlelap.
Akan tetapi berbeda dengan Bayu, setelah dia mengoleskan obat cream anti encok, pegal, linu punya iin, sekujur kakinya kedinginan, gemetaran tak bisa diam…
hahaaa…. Bayuuu bayuu… bikin kocak ajah….
Akan tetapi tak lama berselang kami berempat akhirnya tertidur dalam hangatnya tenda.
Pukul 01:00 saya terbangun, karena sudah ga bisa tidur lagi, saya putuskan untuk keluar tenda, melawan dinginnya malam di Surya Kencana.
Untuk menghangatkan badan saya kemudian bikin unggun, dan paraffin sebagai sumber apinya. Sambil makan kacang atom, menghisap rokok Marlboro putih, di tambah sebotol air minum yang terasa seperti air es dan sekujur badan gemetar tiada henti.
Namun semua terasa indah dalam indahnya taburan bintang di langit sambil mendekatkan tanganku ke api sambil kubernyanyi suka hati dan sesekali ku melihat bintang jatuh.
Ooh.. indah dan damainya malam di Alun-alun Surya Kencana…
Lagi asyik2nya menikmati dinginnya malam, Bayupun terbangun. Dan aku mengajaknya untuk menikmati malam dari luar tenda. Akhirnya kami berdua bercengkerama dalam dingin dan indahnya malam.
Unggun tak henti2 kami nyalakan, tiba tiba terdengar suara dari bayangan cahaya lampu yang di bawa oleh seseorang…
Uduuk,,, uduuk… nasi uduuk… ayoo yang nguduuk.. Rokok…rokok.. rokok Ak… (suara si akang yang menawarkan jajanannya)
Haaah…???
Benar Bu Nang bilang, Gunung Gede itu udah kaya pasar. Banyak yang jualan.
Karena kehabisan rokok, aku membeli sebungkus Dji Sam Soe biar ngerokok terasa lebih nikmat.
Karena udara dingin tiada hentinya, malah semakin dingin dan unggunpun sudah enggan menyala. Saya dan bayu memutuskan untuk kembali masuk kedalam tenda dan kembali tidur.
Pukul 05:00 terdengan suara Rengga dari luar tenda membangunkan kami untuk mengajak melihat Sun Rise di puncak Gede.
Saya, Bayu dan Bobby bergegas keluar tenda untuk menuju puncak agar tidak ketinggalan momen penting di Gunung Gede.
Perjalanan menuju puncak kami tempuh sekitar 30 mnt, dan alangkah beruntungnya kami karena dapat menyaksikan indahnya sunrise dari puncak gunung Gede.


                                    Oooouwhh… Subhanallah… luar biasa indah ciptaanMu ini…

  
 Setelah puas berfoto2, dan minum segelas susu coklat ditambah snack kami pun kembali turun ke tenda. Hanya butuh waktu 10mnt untuk turun.
Dan di tenda pun kami kembali bercengkerama dan foto2 sambil mengunggu sarapan selesai di masak.
Setelah selesai sarapan, puas berfoto2, dan memandang indahnya pagi di Surya Kencana, pukul 10:25 kami semua bersiap untuk jalan turun melewati puncak gede.

Pukul 11:00 kami sampai di puncak Gunung Gede, di sana kami bertemu dengan para pendaki lain. Puas berfoto-foto sambil memandang kawah dan asap belerangnya yang terlihat jelas dan dengan bau yang menusuk sampai pada pukul 12:30 kami melanjutkan perjalanan turun menuju Pintu Cibodas.

  



Rute turun melewati “Turunan Setan” dimana kita turun menggunakan tali. Benar2 pengalaman yang seru. Turun santai melewati pepohonan yang masih terlihat asri, dan sesekali terdengar kicauan burung2 bernyanyi, kemudian selepas dari “Panyancangan” kita akan melewati anak tangga yang tersusun dari batu dan meniti jembatan kayu. Hingga sampai akhirnya di pusat informasi Taman Nasional hingga berakhir di Pos Pintu Cibodas. Karena kami turun dengan santai, total waktu kami menghabiskan 8 jam dari puncak untuk sampai ke pintu Cibodas.


 Menyempatkan mampir membeli souvenir, dan kemudian kami sampai di warung mang Asep pukul 22:00. Segelas teh hangat dan sepiring nasi cukup memberiku energy malam itu. Hingga kemudian istirahat, dan bersiap untuk balik ke Jakarta esok paginya.


Thanks to Bunang, Rengga, Inoy dan kawan2. 
Dan tidak lupa terimakasih juga bwt Mang Asep.


SALAM LESTARI...!!!

9 komentar:

  1. zhy sang petualang dari bumi andalas. kapan nih kita bisa duet 3000 mdpl?.-aji-

    BalasHapus
  2. hay sobat,,
    yaa mudah2an kita bisa berduetdi 3000 mdpl..
    tinggal disesuaikan jadwalnya.
    dan semoga Tuhan meredhoi Rencanana ini..
    amiin...

    BalasHapus
  3. AYO kita lanjutkan petualangan2 berikutnya kawan....:)
    dan salam kompak selalu tok petualangbumiandalas....
    Lestari....!!!!

    BalasHapus
  4. gunung kerinci menunggu...

    BalasHapus
  5. tidak sengaja membaca blog ini.
    ternyata ada satu nama yang terkenal bunda (bu nang)
    bundanya para pendaki .. :)

    sukses selalu ..

    BalasHapus
  6. oouyaa..??

    mbak kenal Bu Nang dimana...??

    BalasHapus