XPDC GUNUNG GEDE (2985 mdpl) – ‘naek bareng, sekalian mungutin sampah ‘
’23 s/d 25 Desember 2011’
Malam
itu hujan turun degan derasnya, aku terdiam sejenak di lobby gedung sambil
smsan ma Bu Nang.
“mak tunggu bentar yee, di mampang lg hujan gede.
Ntar kl udh reda gw segera meluncur ke Psr Rebo”
Yaap,
jumat pukul 19:00 hujan mulai tinggal gerimis doang.
Aku
segera melaju ke pasar Mampang, mampir beli nasi bentar di warung langganan,
kemudian beli jeruk madu buat bekal besok, dan ga pake lama,, aku langsung
berlari menuju kost.
Sesampai
di kamar, aku packing ulang kemudian makan, sholat … dan,,, Bismillahhirahmaanirrahiim… aku bersiap
menuju Psr. Rebo.
Yaaap,,
aku, Bu Nang dan Onay ikut kegiatan yg diadain anak2 HIMPALA (Himpunan Penikmat
Alam) yang bertemakan ‘naek bareng gunung Gede sambil mungutin sampah’.
Kopaja
57 jurusan Blok M – Term Kampung Rambutan mengantarkan ku menemui Bu Nang dan
Onay yang udah nunggu di Psr Rebo.
Sesampai
di sana, : Assalammualaikuum… sambil mengangkat
kedua tangan, ku sapa mereka yg udah nungguin
dari tadi.
Kami
bertiga nongkrong di sebuah warteg dkt halte busway di bawah Fly Over psr Rebo
sambil nungguin rombongan dari Base Camp Himpala di daerah Condet.
Setelah
cukup lama menunggu, akhirnya rombongan datang juga walaupun molor dari jadwal
yg udah di tentuin sebelumnya.
Pukul
23:00, bis rombongan mulai melaju menuju cibodas.
Di
dalam bis terlihat wajah2 para penikmat alam yang tidak seorangpun aku kenal.
Masa
bodoh, orang aku ngantuk, soo,,
sesudah kebagian tempat duduk, aku tinggal tidur aja mereka2. Wkwkwk..
Ketika
melewati kawasan puncak, aku terbangun oleh dinginnya udara malam itu. Dan Bu Nang
yg duduk di sebelah ku menawarkan mpek mpek yg udah di bawa dari rumah.
Hmm.. maknyooz…
makacie ye Mak…..
Pukul 01:00 kami tiba pertigaan menuju pos Gn
Putri.
Nyambung
lagi naek angkot, duduk dempet2tan bareng ama tumpukan tas, kami menuju pos Gn
Putri melewati jalan mendaki dan banyak lobangnya. Genjotan mobil begitu berasa
di pantat. Braakk… Wuaaw..
Rombongan
nginep dulu di Gn Putri, krn kegiatan akan dimulai pagi harinya.
Udara
dingin udah tak terelakan lagi, kepulan asap yg keluar dari mulut sudah cukup bukti
akan dinginnya udara malam di gn Putri.
Akupun
terbangun oleh suara2 dgn logat sundanya… ‘eliing…
eliiing… waktunya sholat shubuh’
Selidik
punya selidik, ternyata suara itu berasal dari sebuah musholla kecil di sebelah
penginapan.
Kulihat
jam, ternyata telah menunjukkan pukul 04:15. Dan akupun menyempatkan utk sholat
subuh walaupun harus melawan dinginnya udara dan dinginnya air.
Walaupun dingin, tapi segernyaa… huuuuu…. Brrrrr….
Abis
sholat, aku kembali tidur… zZzZ…
Dan
pukul 05:30 satu persatu dari rombongan mulai bangun. Dan suara2 celetukan
mulai terdengar diantara mereka.
Tidak
lama berselang, kami semua berkumpul untuk mendengarkan pengarahan dari
panitia. Acara di pimpin oleh MatSe selaku ketua kegiatan, dan dilanjutkan
dengan sesi perkenalan. Satu persatu di antara kami mulai mengenalkan diri. dan
disitulah kami mulai mengenal siapa dan dari mana aja peserta berasal. Dan
gelak tawa saat perkanalan memecahkan kebekuan diantara kami yang tadinya belum
saling kenal.
Ditambah
lagi ketika salah seorang panitia yang bernama Ali membacakan sebuah puisi,
maka suasana mulai terasa akrab dan lebih hangat. Alii alii.. gokil lu yee… hakhakhak..
Acara
kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama. Setelah semua selesai, tepat pukul
08:00 kami semua berkumpul lagi untuk berdoa bersama sebelum memulai pendakian.
dan,,, GOOO….!!!
Berjalan
beriringan, melewati perkebunan penduduk, hingga melewati sebuah sungai, dan
kemudian barulah kami disuguhi pemandangan barisan rapi pepohonan, yang tampak
hijau yang masih ditutupi kabut tipis pagi itu. Udara segar, yang terasa dingin
melewati rongga hidung, yang kemudian mendinginkan dada dan menyejukkan
fikiran.
Ooooh… Alangkah tenang dan damainya jiwa ini..
jauh dari kebisingan, hiruk pikuk, dan hingar bingar Ibu Kota.
Melangkah
sambil menjalin persahabatan,, canda tawa pun menjadi padu dalam kecerian
diantara sesama. Saling berbagi dan saling mengisi dalam setiap derap langkah,
walaupun sesekali rintik hujan menambah dingin raga ini.
Hingga
pukul 16:00 kami sampai di Alun2 Surya Kencana
Di
padang rumput yang luas itu terlihat kabut tipis seolah2 berlari lari riang
melewati pohon2 edelweis yang tumbuh menyebar di alun2 surya kencana.
Kami
berjalan menembus kabut menuju camp area. Dan terlihat butiran embun putih
halus menempel di bajuku.
Oooow…. Indahnya saat itu..
Setelah
tenda didirikan, kemudian masak, dan bikin minuman yg anget2 aku kemudian ambil
posisi untuk tidur karena entah kenapa kepala ini terasa sakit. Dan ga kuat
lagi utk beraktifitas di luar tenda.
‘Mak, gw tdur dulu yaa.. sakit bgt nih
pala..’.. aku
ngomong ama Bu Nang sambil menyarungkan sleepingbag.
Seolah
ga mau tau apa yang terjadi di luar sana, akupun tertidur pulas dalam hangatnya
sleepingbag, dan aku terbangun pukul 01:00, karena udah kebelet kencing..
Akupun
memaksakan diri utk keluar tenda melawan dinginya malam.
Brrr… kakiku gemetar ketika menginjak rumput2 di
sekeliling tenda, hawa dingin malam itu meresap kencang ke tulangku.. brrr….
Crooooot…. Hmm… aaahhh,,,, legaaa rasanya lepas dari penderitaan… hehee…
Kembali
ku lanjutan singasana peraduanku.
Dan
dari luar sana terdengar suara si mamang yang menjajakan nasi uduknya.
Uduuk,, uduuk,,, ayoo yang uduuk…
Hingga
pagi menjelang, akhirnya aku terbangun, dan kubuka pintu tenda sambil
menyanyikan lagu iwan fals “condet”
Kubuka jendela,, Sapa angin pagi
Ringan kau melangkah,, Songsong hidup ini
Ringan kau melangkah,, Songsong hidup ini
Hela lenguh lembu,, Halau burung burung
Bocah tawa riang,, Canda di kali yang jernih
Bocah tawa riang,, Canda di kali yang jernih
Betapa
cerahnya Surya Kencana pagi itu. Terlihat jelas hamparan padang rumput hijau
beserta pohon2 edelweisnya. Udara pun terasa segar kuhirup..
Hmmm… kedamaian yang untuk kesekian kali
kurasakan…
Termakasih Wahai Sang Khalik, terimakasih ku
untukmu Wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Akupun
pergi ngambil air, dan berhubung musim penghujan, soo, aku ga kesulitan utk mendapatkannya. Dan ga perlu antre lagi ngambil
air kaya di musim kemarau.
Brrrrr….. dinginnya air menusuk disela2 tulangku.
Tapi kesegarannya begitu sejuk menyirami kulit ini.
Menyempatkan
untuk sholat subuh, kemudian bikin minuman yang anget2.
Dan
dari dalam tenda terlihat Bu Nang ma Onay lagi siap2 untuk menyambut segarnya
pagi di Alun2 Surya Kencana.
Tiba2
terdengar suara dari salah seorang panitia yang bernama Ali, dia mo ngasih tau
kalo aku ma onay diikutkan lomba tarik tambang mewakili kelompok 1.
Lombapun
dimulai..
Satu tua tigaa….!!!
Ayoo,,,, ayooo,,, tariiik….
Horeeee…
ternyata
untuk sesi pertama kelompok 1 menang, yang pada akhirnya kami berhasil
dikalahkan oleh kelompok 8, yang kebetulan postur tubuhnya gede2 smua. Dan
mereka pun berhasil keluar sebagai juara umumnya.
Setelah
semua rangkaian acara selesai, kami semua bergegas menuju puncak Gunung Gede.
Tepat
pukul 10:00 kami sampai di puncak gede (2985 mdpl), walaupun ditutupi kabut,
tapi tetap tidak mengurangi pesona keindahan gunung gede pangrango. Sesekali
keliatan puncak pangrango, dan kawah yang menganga dari bawah.
Setelah
cukup istirahat, dan berfoto bersama, rombongan melanjutkan perjalanan turun
sambil memungut sampah2 yang kami temui di jalur.
Hujan
menemani perjalanan turun kami, mulai dari Pos Kandang Badak sampai pada Pos
Cibodas hujan turun tiada henti. Dingin, jalur becek, dan sesekali kaki ini
terpeleset. Dan disitulah sensasi
berpetualang di alam bebas.
Ku
nikmati badan ini basah kuyup diguyur hujan dan berjalan dalam dingin.
Kalau
terasa haus, aku cukup menganga menghadap langit, dan air hujan pun menetes
masuk ke dalam mulutku..
Aahhh… segerrrr….
Akhirnya
pukul 16:00 sampailah aku di pintu masuk pendakian jalur Cibodas, dan aku
langsung menuju warung mang Asep, utk nyusul Bu Nang dan Onay yang udah duluan
sampai.
Warung
mang Asep (warung mang Idi 2) memang sering dijadikan sebagai tempat
persinggahan para pendaki. Dan Bu Nang sudah sangat akrab ama Mang Asep.
Setelah
selesai mandi, bersih2, kami istirahat di ruangan yang khusus di sediakan utk
pendaki yang ingin beristirahat sambil menunggu rombongan yang masih dlm
perjalanan turun.
Makan,
minum sambil bercerita2 dalam balutan canda tawa yang tiada henti tanpa terasa
hari semakin larut.
Dan
pukul 23:00 barulah semua rombongan siap untuk kembali ke Jakarta dengan Bis yang
udah di sewa khusus untuk kegiatan ini.
Bis
melaju dalam gelap dan dinginnya kawasan puncak. Perlahan2 satu persatu dari rombongan
tertidur dengan pulas.
Dan
aku terbangun ketika sampai di pintu tol Cibeureum, karena Bu Nang dan Onay
turun disitu. Sementara aku turun di Pasar Rebo.
Di
sana tidak terlihat lagi angkutan untukku menuju kostan, soo, aku naik taxi
aja.. dan ternyata sopirnya orang padang juga.. jadi pembicaraan terasa hangat
malam itu.
Dan
sekitar pukul 01:00 aku nyampe di kost
Sedikit
bersih2, untuk kemudian ku rebahkan badan di singasana peraduanku. Karena
keesokan harinya aku harus sudah siap untu melanjutkan kembali catatan
perjalanan seorang Petualang Dari Andalas.
zZzZz…ZzZz…ZzZzz….
Thanks to :
·
Teman
HIMPALA : MatSe (ketua acara, a good leader..!!), Ali (tks doorprizenya li,,
hehee… lansung gw pake), kojek (team advance) akhirnya kita bertemu juga
jek.. dan tmn2 Crew HIMPALA lainnya
·
Seluruh
peserta kegiatan Aksi Bersih, (disana ada shella yg merupakan peserta termuda..
semangat Dek…) terimakasih atas kebersamaan kalian
·
Dan
yang utama Bu Nang (mak gw yg super heboh boh boh,,,) Onay (sodara alam ku yang
TOP bgt dah…)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar