Selasa, 24 Januari 2012

XPDC GUNUNG GEDE (2985 mdpl) – ‘naek bareng, sekalian mungutin sampah ‘


XPDC GUNUNG GEDE (2985 mdpl) – ‘naek bareng, sekalian mungutin sampah
’23 s/d 25 Desember 2011’

Malam itu hujan turun degan derasnya, aku terdiam sejenak di lobby gedung sambil smsan ma Bu Nang.
“mak tunggu bentar yee, di mampang lg hujan gede. Ntar kl udh reda gw segera meluncur ke Psr Rebo”
Yaap, jumat pukul 19:00 hujan mulai tinggal gerimis doang.
Aku segera melaju ke pasar Mampang, mampir beli nasi bentar di warung langganan, kemudian beli jeruk madu buat bekal besok, dan ga pake lama,, aku langsung berlari menuju kost.
Sesampai di kamar, aku packing ulang kemudian makan, sholat … dan,,, Bismillahhirahmaanirrahiim… aku bersiap menuju Psr. Rebo.
Yaaap,, aku, Bu Nang dan Onay ikut kegiatan yg diadain anak2 HIMPALA (Himpunan Penikmat Alam) yang bertemakan ‘naek bareng gunung Gede sambil mungutin sampah’.

Kopaja 57 jurusan Blok M – Term Kampung Rambutan mengantarkan ku menemui Bu Nang dan Onay  yang udah nunggu di Psr Rebo.
Sesampai di sana, : Assalammualaikuum… sambil mengangkat kedua tangan,  ku sapa mereka yg udah nungguin dari tadi.
Kami bertiga nongkrong di sebuah warteg dkt halte busway di bawah Fly Over psr Rebo sambil nungguin rombongan dari Base Camp Himpala di daerah Condet.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya rombongan datang juga walaupun molor dari jadwal yg udah di tentuin sebelumnya.

Pukul 23:00, bis rombongan mulai melaju menuju cibodas.
Di dalam bis terlihat wajah2 para penikmat alam yang tidak seorangpun aku kenal.
Masa bodoh, orang aku ngantuk, soo,, sesudah kebagian tempat duduk, aku tinggal tidur aja mereka2. Wkwkwk..
Ketika melewati kawasan puncak, aku terbangun oleh dinginnya udara malam itu. Dan Bu Nang yg duduk di sebelah ku menawarkan mpek mpek yg udah di bawa dari rumah.
Hmm.. maknyooz…  makacie ye Mak…..

Pukul  01:00 kami tiba pertigaan menuju pos Gn Putri.
Nyambung lagi naek angkot, duduk dempet2tan bareng ama tumpukan tas, kami menuju pos Gn Putri melewati jalan mendaki dan banyak lobangnya. Genjotan mobil begitu berasa di pantat. Braakk… Wuaaw..
Rombongan nginep dulu di Gn Putri, krn kegiatan akan dimulai pagi harinya.
Udara dingin udah tak terelakan lagi, kepulan asap yg keluar dari mulut sudah cukup bukti akan dinginnya udara malam di gn Putri.

Akupun terbangun oleh suara2 dgn logat sundanya… ‘eliing… eliiing… waktunya sholat shubuh’
Selidik punya selidik, ternyata suara itu berasal dari sebuah musholla kecil di sebelah penginapan.
Kulihat jam, ternyata telah menunjukkan pukul 04:15. Dan akupun menyempatkan utk sholat subuh walaupun harus melawan dinginnya udara dan dinginnya air.
Walaupun dingin, tapi segernyaa… huuuuu…. Brrrrr….
Abis sholat, aku kembali tidur… zZzZ…

Dan pukul 05:30 satu persatu dari rombongan mulai bangun. Dan suara2 celetukan mulai terdengar diantara mereka.
Tidak lama berselang, kami semua berkumpul untuk mendengarkan pengarahan dari panitia. Acara di pimpin oleh MatSe selaku ketua kegiatan, dan dilanjutkan dengan sesi perkenalan. Satu persatu di antara kami mulai mengenalkan diri. dan disitulah kami mulai mengenal siapa dan dari mana aja peserta berasal. Dan gelak tawa saat perkanalan memecahkan kebekuan diantara kami yang tadinya belum saling kenal.
Ditambah lagi ketika salah seorang panitia yang bernama Ali membacakan sebuah puisi, maka suasana mulai terasa akrab dan lebih hangat. Alii alii.. gokil lu yee… hakhakhak..
Acara kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama. Setelah semua selesai, tepat pukul 08:00 kami semua berkumpul lagi untuk berdoa bersama sebelum memulai pendakian.
dan,,, GOOO….!!!

Berjalan beriringan, melewati perkebunan penduduk, hingga melewati sebuah sungai, dan kemudian barulah kami disuguhi pemandangan barisan rapi pepohonan, yang tampak hijau yang masih ditutupi kabut tipis pagi itu. Udara segar, yang terasa dingin melewati rongga hidung, yang kemudian mendinginkan dada dan menyejukkan fikiran.
Ooooh… Alangkah tenang dan damainya jiwa ini.. jauh dari kebisingan, hiruk pikuk, dan hingar bingar Ibu Kota.

Melangkah sambil menjalin persahabatan,, canda tawa pun menjadi padu dalam kecerian diantara sesama. Saling berbagi dan saling mengisi dalam setiap derap langkah, walaupun sesekali rintik hujan menambah dingin raga ini.

Hingga pukul 16:00 kami sampai di Alun2 Surya Kencana
Di padang rumput yang luas itu terlihat kabut tipis seolah2 berlari lari riang melewati pohon2 edelweis yang tumbuh menyebar di alun2 surya kencana.
Kami berjalan menembus kabut menuju camp area. Dan terlihat butiran embun putih halus menempel di bajuku.
Oooow…. Indahnya saat itu..
Setelah tenda didirikan, kemudian masak, dan bikin minuman yg anget2 aku kemudian ambil posisi untuk tidur karena entah kenapa kepala ini terasa sakit. Dan ga kuat lagi utk beraktifitas di luar tenda.
‘Mak, gw tdur dulu yaa.. sakit bgt nih pala..’..  aku ngomong ama Bu Nang sambil menyarungkan sleepingbag.
Seolah ga mau tau apa yang terjadi di luar sana, akupun tertidur pulas dalam hangatnya sleepingbag, dan aku terbangun pukul 01:00, karena udah  kebelet kencing..
Akupun memaksakan diri utk keluar tenda melawan dinginya malam.
Brrr… kakiku gemetar ketika menginjak rumput2 di sekeliling tenda, hawa dingin malam itu meresap kencang ke tulangku.. brrr….
Crooooot…. Hmm… aaahhh,,,,  legaaa rasanya lepas dari penderitaan… hehee…
Kembali ku lanjutan singasana peraduanku.
Dan dari luar sana terdengar suara si mamang yang menjajakan nasi uduknya.
Uduuk,, uduuk,,, ayoo yang uduuk…

Hingga pagi menjelang, akhirnya aku terbangun, dan kubuka pintu tenda sambil menyanyikan lagu iwan fals “condet”
Kubuka jendela,, Sapa angin pagi
Ringan kau melangkah,, Songsong hidup ini
Hela lenguh lembu,, Halau burung burung
Bocah tawa riang,, Canda di kali yang jernih
Betapa cerahnya Surya Kencana pagi itu. Terlihat jelas hamparan padang rumput hijau beserta pohon2 edelweisnya. Udara pun terasa segar kuhirup..

Hmmm… kedamaian yang untuk kesekian kali kurasakan…
Termakasih Wahai Sang Khalik, terimakasih ku untukmu Wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Akupun pergi ngambil air, dan berhubung musim penghujan, soo, aku ga kesulitan utk mendapatkannya. Dan ga perlu antre lagi ngambil air kaya di musim kemarau.

Brrrrr….. dinginnya air menusuk disela2 tulangku. Tapi kesegarannya begitu sejuk menyirami kulit ini.

Menyempatkan untuk sholat subuh, kemudian bikin minuman yang anget2.
Dan dari dalam tenda terlihat Bu Nang ma Onay lagi siap2 untuk menyambut segarnya pagi di Alun2 Surya Kencana.
Tiba2 terdengar suara dari salah seorang panitia yang bernama Ali, dia mo ngasih tau kalo aku ma onay diikutkan lomba tarik tambang mewakili kelompok 1.

Lombapun dimulai..
Satu tua tigaa….!!!
Ayoo,,,, ayooo,,, tariiik….
Horeeee…
ternyata untuk sesi pertama kelompok 1 menang, yang pada akhirnya kami berhasil dikalahkan oleh kelompok 8, yang kebetulan postur tubuhnya gede2 smua. Dan mereka pun berhasil keluar sebagai juara umumnya.

Setelah semua rangkaian acara selesai, kami semua bergegas menuju puncak Gunung Gede.
Tepat pukul 10:00 kami sampai di puncak gede (2985 mdpl), walaupun ditutupi kabut, tapi tetap tidak mengurangi pesona keindahan gunung gede pangrango. Sesekali keliatan puncak pangrango, dan kawah yang menganga dari bawah.
Setelah cukup istirahat, dan berfoto bersama, rombongan melanjutkan perjalanan turun sambil memungut sampah2 yang kami temui di jalur.
Hujan menemani perjalanan turun kami, mulai dari Pos Kandang Badak sampai pada Pos Cibodas hujan turun tiada henti. Dingin, jalur becek, dan sesekali kaki ini terpeleset. Dan disitulah sensasi berpetualang di alam bebas.

Ku nikmati badan ini basah kuyup diguyur hujan dan berjalan dalam dingin.
Kalau terasa haus, aku cukup menganga menghadap langit, dan air hujan pun menetes masuk ke dalam mulutku..
Aahhh… segerrrr….

Akhirnya pukul 16:00 sampailah aku di pintu masuk pendakian jalur Cibodas, dan aku langsung menuju warung mang Asep, utk nyusul Bu Nang dan Onay yang udah duluan sampai.
Warung mang Asep (warung mang Idi 2) memang sering dijadikan sebagai tempat persinggahan para pendaki. Dan Bu Nang sudah sangat akrab ama Mang Asep.
Setelah selesai mandi, bersih2, kami istirahat di ruangan yang khusus di sediakan utk pendaki yang ingin beristirahat sambil menunggu rombongan yang masih dlm perjalanan turun.
Makan, minum sambil bercerita2 dalam balutan canda tawa yang tiada henti tanpa terasa hari semakin larut.
Dan pukul 23:00 barulah semua rombongan siap untuk kembali ke Jakarta dengan Bis yang udah di sewa khusus untuk kegiatan ini.
Bis melaju dalam gelap dan dinginnya kawasan puncak. Perlahan2 satu persatu dari rombongan tertidur dengan pulas.
Dan aku terbangun ketika sampai di pintu tol Cibeureum, karena Bu Nang dan Onay turun disitu. Sementara aku turun di Pasar Rebo.
Di sana tidak terlihat lagi angkutan untukku menuju kostan, soo, aku naik taxi aja.. dan ternyata sopirnya orang padang juga.. jadi pembicaraan terasa hangat malam itu.
Dan sekitar pukul 01:00 aku nyampe di kost
Sedikit bersih2, untuk kemudian ku rebahkan badan di singasana peraduanku. Karena keesokan harinya aku harus sudah siap untu melanjutkan kembali catatan perjalanan seorang Petualang Dari Andalas.
zZzZz…ZzZz…ZzZzz….

Thanks to :
·         Teman HIMPALA : MatSe (ketua acara, a good leader..!!), Ali (tks doorprizenya li,, hehee… lansung gw pake), kojek (team advance) akhirnya kita bertemu juga jek..  dan tmn2 Crew HIMPALA lainnya
·         Seluruh peserta kegiatan Aksi Bersih, (disana ada shella yg merupakan peserta termuda.. semangat Dek…) terimakasih atas kebersamaan kalian
·         Dan yang utama Bu Nang (mak gw yg super heboh boh boh,,,) Onay (sodara alam ku yang TOP bgt dah…)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar