buka link ini yaaah..
http://www.youtube.com/watch?v=wg_3lGEMnXg
puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa..
akhirnya saya dan teman2 (Feric, Novec, BN, Puter dan Bobby) berhasil mencapai Puncak Gunung Rinjani (3726 mdpl). pd tgl 15 Mei 2011 pukul 07:00 WITA
semoga Video ini bisa menjadi pengobat rindu bagi kami yang tergabung dalam URANG AWAK ADVENTURE TEAM, dan menjadi penyemangat bagi sahabat alam yang ingin berkunjung ke Rinjani.
Datanglah wahai sahabat alamku..
Khasanah keaungan dan kecantikan Alam Rinjani, selalu setia menunggu kedatangan kalian semua.
salam LESTARI..!!
balada seorang petualang. >>> kemana kaki melangkah,,, disana ia berkisah...
Jumat, 29 Juni 2012
Rabu, 21 Maret 2012
Mata Rantai yang Terlupakan
Pagi itu sekitar pukul 09:30 (di
tahun 2006 tapi tidak ingat lagi hari dan tanggalnya) saya dan BN sedang asyik
menyablon Spanduk sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Teknik di
Ruangan Sekretariat yang baru saja kami tempati., yaa,, UKM itu dikenal dengan nama EBC (Engineering
Bridge Club).
Sekretariat yang kami tempati terhitung
baru saja selesai dibangun, sebab setelah sekian lama, beberapa unit UKM di
Fakultas Teknik tidak memiliki tempat. Hal ini dikarenakan kampus Fakultas
Teknik di pindahkan dari Air Tawar menuju kampus induk di Limau Manih, karena
di kawasan Air Tawar akan di bangun perluasan Kampus Universitas Negeri Padang
(UNP).
Bicara soal Engineering Bridge Club
atau lebih lazim dikenal dengan sebutan EBC, UKM EBC merupakan salah satu jenis
kegiatan kemahasiswaan yang menggeluti permainan olah kartu, kemampuan nalar
dan analisa, serta kerjasama tim. Yang mana Bridge juga termasuk dalam salah
satu jenis cabang olah raga dan selalu di ikut sertakan dalam setiap kejuaraan
baik tingkat Nasional maupun Internasional.
Untuk EBC sendiri, prestasinya
sudah cukup dikenal di kancah Nasional, bahkan EBC pernah mengikuti kejuaraan
tingkat ASEAN. Masa kejayaan EBC ini meroket sekitar tahun 90-an.
Waktu itu muncul beberapa nama,
diantaranya Ken94, Incek, Kinxit, Roni Solok, Ihsan, Bayan dan teman2 angkatan
mereka lainnya termasuk team Ladies yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu
disini, yang kebetulan mereka semua adalah senior saya di kampus. Dan nama2
seperti Beny, Bom, Meky, dll (angkatan ’98) juga menjadi pemain Bridge yg
handal di masanya.
Mengenai masa keemasan EBC di atas,
mungkin nama2 yang bersangkutan bisa menceritakan kisah2 spektakulernya dalam
balutan suka, duka, cinta, haru dan bahagia.
Dan untuk kisah ini saya hanya
menceritakan tentang EBC semenjak saya mulai mengenalnya hingga saat sekarang
ini sejauh yang saya tau.
Seiring berjalannya waktu sekitar
periode tahun 2001 - 2006, nama EBC perlahan mulai dingin. Mungkin dikarenakan
beberapa pentolan sudah menamatkan kuliahnya, dan sebagian lagi sibuk menyusun
Tugas Akhir.
Kondisi ini diperparah ketika
Jurusan Teknik Mesin, Teknik Sipil dan Teknik Elektro di pindahkan ke kampus
Induk di Limau Manih.
Adapun yang masih tetap menghuni Kampus
Air Tawar adalah Teknik Industri dan Teknik Lingkungan, yaah.. kami dikenal
dengan istilah SMILE FACE (Sipil, Mesin, Industri, Lingkungan Elektro Faculty
of Engineering).
Jarak antara Air Tawar – Limau
Manih cukup jauh. Mungkin inilah yang menjadi penyebab berkurangnya anggota EBC
dari tahun ketahun. Jadi dapat di pastikan masa antara th 2001-2006 merupakan
masa dimana EBC mulai tidak jelas keberadaannya dan tidak se booming dulunya.
Pengkaderan tidak berjalan lancar, karena untuk pergi latihan anggota mesti pergi
ke air tawar, dan itu cukup memakan waktu.
Di tahun 2002 EBC masih cukup
dikenal, karena pada masa kepengurusan Feric sebagai ketua, EBC masih sempat
mengikuti beberapa Tournamen, dan mengadakan Open Tournament Bridge. Dan
hasilnya tidaklah mengecewakan. Di masa ini selain dihiasi oleh wajah2 lama,
juga lahir nama2 baru seperti John Lambuak, Leon, Ucok, Ajo Alif, Novy dan
beberapa nama lainnya.
Kita lanjut ke tahun 2003, adalah
tahun dimana saya bersama teman2 seangkatan lainnya seperti Acy, Pau, Puter, BN,
Novec, Donal, Ori, Kaniang, Jup, Kulak, Nando, Khuss, Pitunk dan teman2 lainnya mengenal
EBC.
Kami mengikuti penerimaan anggota
di sekretariat EBC di Air Tawar. Dan sempat juga mengikuti Acara Buka Puasa bersama.
Lagi lagi dikarenakan jarak untuk
latihan dan kerkumpul yang jauh, jadi tidak semua dari kami rutin untuk latihan
tiap minggunya. Walaupun senior seperti Meki, Bom, John, Leon, Ucok tetap
semangat untuk menyuruh kami untuk datang latihan.
Hingga pada akhirnya sebagian dari
kami mulai melupakan permainan Bridge, dan rata2 dari kami hanya mengenal
dasar2 permainan Bridge yang popular dengan sebutan Trump, tapi hanya ada satu
nama dari angkatan kami yang eksis untuk mengikuti perkembangan Bridge, yaap..
dialah Pau. Sosok kalem (kalam), yang cukup lihai mengolah beraneka permainan
penalaran. (Pau, janganlah dirimu Ge-eR…)
Di tahun 2004, 2005 pengkaderan
anggota baru EBC terbilang tidak ada. Mungkin penyebabnya dikarenakan angkatan
2002 sudah mulai disibukkan dengan kegiatan perkuliahan, dan angkatan kami pun
(2003) tidak mengenal banyak tentang bridge di tambah lagi sekretariat yang
mulai tidak terurus.
Kondisi ini sampai juga ke telinga
para senior2 EBC terdahulu, baik itu para pendiri ataupun para Senior yang
telah membawa harum nama EBC dengan sederat piala, piagam dan beberapa
penghargaan.
Selenting terdengar kalau para
Alumni mulai menanyakan keberadaan EBC.
“EBC masih ada ga…??”
“kemana nih EBC,,?? Ko ga ada
kabarnya lagi..??”
Dan beberapa pertanyaan lainnnya
yang membuat kami angkatan termuda kala itu mulai berfikir.
Sekilas cerita dari mulut kemulut
juga terdengar, kalau di EBC ada siklus turun naik.. dimana ada suatu masa EBC
itu Jaya, dan ada juga suatu kondisi dimana EBC itu menghilang..
Dan benar,, pada saat itu EBC
seperti hilang tanpa kabar berita.
Seperti sebuah takdir, dan sebuah
pembenaran terhadap siklus tersebut. Ada rumor bahwa akan di bangun Sekretariat
untuk UKM Fakultas Teknik.
Sekretariat itu nantinya hanya bisa
di huni oleh 4 UKM. Dan pada saat itu yang masih eksis UKMnya adalah PAITUA
Teknik Unand, FORISTEK dan BEM Fakultas. Dan tersisa satu ruangan yang masih
tersisa.
BEM dibawah kepengurusan Febry, sempat menanyakan kepada kami (angkatan 2003) tentang keberadaan EBC,
apakah masih aktif dalam berkegiatan. Sebab kalau EBC tidak jalan, ruangan yang
kosong itu akan ditempati oleh UKM Keolahragaan atau UKO Fakultas Teknik, yang
pada masa itu juga bernasib sama dengan EBC.
Saya masih ingat pada suatu sore
saya dan Febry ngobrol santai dari lantai 2 Sekretariat yang baru selesai di
bangun itu, dia menanyakan kepada saya,,
“gimana nih zhy,, ruangan yang
kosong ini buat EBC atau UKO..??”.. Febry bertanya sambil memandang lepas ke
perbukitan Limau Manih..
“Buat EBC aja Feb.. soalnya kami
udah mulai merumuskan pengkaderan untuk angkatan 2005..” saya membalas ucapan
Febry.
Dan mengenai UKO, kebetulan
pentolan waktu itu juga di handle oleh Angkatan 2003 yang mayoritas di urus
oleh teman2 dari Teknik Mesin, jadi ketika saya ngobrol dengan pengurus UKO,
mereka setuju saja kalau ruangan itu di pakai oleh EBC.
Akhirnya Febry selaku Ketua BEM
setuju kalau ruangan itu di gunakan untuk EBC.
Dan kami dari angkatan 2003 mulai
mendiskusikan gimana agar EBC dihidupkan kembali.
Adalah Pau yang sejatinya sudah
dari dulu ingin agar EBC tetap hidup dan kegiatannya berjalan, sangat ingin
menghidupkan kembali EBC. Begitu juga dengan John, Leon, Ucok juga menyuport
rencana menghidupkan kembali EBC ini.
Namun, dikarenakan Pau sibuk di
Labor, tapi Pau tetap menyuport dan memanfaatkan waktu luangnya untuk membenahi
EBC kembali.
Adalah saya, BN dan Kulak, yang
pada saat itu sangat antusias untuk belajar Bidding, Trik dan seluk beluk
tentang Bridge.
Kami bertiga satu tempat kos, dan di situ juga tinggal “Adek” teman dari fakultas Mipa. Kebetulan pada masa itu UKM Bridge dari Fakultas MIPA, Ekonomi dan Pertanian cukup dikenal.
Kami bertiga satu tempat kos, dan di situ juga tinggal “Adek” teman dari fakultas Mipa. Kebetulan pada masa itu UKM Bridge dari Fakultas MIPA, Ekonomi dan Pertanian cukup dikenal.
Kami bertiga belajar dari Adek,
hampir tiap malam kami belajar bidding. Dan jika Pau tidak sibuk di Lab, dia
menyempatkan diri untuk belajar bridge bersama. Perlahan tapi pasti, kami mulai
menularkan virus Bridge ke teman2 seangkatan yang tadinya hanya tau Trump
sekarang sebagian dari mereka sudah mulai memainkan Bridge walaupun bidding
masih asal2an.
Aktifitas kami ini sempat dilihat
oleh Frizen (angkatan 2004) yang kebetulan sering maen ke base camp angkatan
2003, dan secara tidak langsung dia tertarik dan mulai mempelajari teknik
bidding dan trik permainan bridge.
Tidak hanya sampai disitu, saya dan
BN mulai “jemput bola”,, maksudnya kami berdua menemui langsung anak2 dari
Angkatan 2005 untuk mengenalkan istilah Bridge dan cara bermainnya.
Saya masih ingat, pada suatu malam kami
berdua berkunjung ke kediaman Adam (Komting Angkatan 2005), yang kebetulan
angkatan mereka sering berkumpul disana.
Kami mengenalkan permainan Trump.
Tapi apa yang kami dapat malam itu,
Adam dan teman2 sedikit meremehkan permainan Trump, tapi mereka tetap penasaran
dan mau belajar bagaimana cara bermainnya.
Setelah kami beritahu bahwa bermain
Trump ini seperti permainan cangkul, namun disini dituntut kejelian kita dalam manganalisa
kemungkinan peluang menang dari kartu yang kita mainkan, dan uniknya, dalam permainan
Trump kita tidak bisa berbuat curang, dan itu pasti akan ketahuan.
Naah, dari situ mereka mulai
tertatik. Dan semenjak saat itu perlahan2 kami mengundang anak2 dari Angkatan
2005 dan angkatan 2006 untuk belajar bermain trump.
Saya masih ingat waktu itu Oce,
Vicry, Adi, Kabuik dan beberapa teman lainnya kami ajarkan cara bermain Trump
di kosan.
Oya saya hampir lupa, saya masih
ingat di waktu saya, BN dan Kulak belajar Bridge, kami mendapat kabar bahwa ada
tournament Bridge yang diadakan oleh PLN Sumbar. Dan yang hebatnya Kulak dan BN
memberanikan diri untuk iktu dalam tournament itu dengan modal nekat. Dan
Alhamdulillah hasilnya mereka kalah. Hahaa…
Akhirnya Trump sudah mulai familiar
di kalangan kampus, dan perlahan2 dari mereka (angkatan 2005, 2006) kami undang
untuk datang ke Sekretariat untuk bermain bersama.
Seiring dengan itu, Saya, BN, Pau mulai berencana membenahi Sekret
yang udah cukup lama kosong dan hal ini di support oleh Donal selaku Komting
Angkatan 2003, Novec, Puter, Kaniank, Jup, Acy, Nando, Khuss dan ada satu nama lagi di angkatan kami yaitu Ori. Kebetulan pada
masa itu dia adalah ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil.
Sebagai langkah awal, BN mulai
mendesain kembali spanduk EBC sedangkan saya membuat meja lesehan tempat untuk
bermain bridge. Dan pau sendiri juga berjasa dalam menyediakan bahan2 berupa
papan, kayu dan meminjamkan alat pertukangan. Kebetulan sisa dari bongkaran
Labor Gambar.
Adapun novec merelakan Lemari di
rumahnya untuk di pakai di secretariat.
Perlahan lahan sekretariat mulai
terbenahi, dan semua piala2, piagam2 arsip dan dokumentasi EBC di masa keemasannya
di pindahkan kembali ke sekretariat yang baru.
Seperti sudah ditakdirkan bahwa EBC
ini akan hidup kembali, tersiar kabar bahwa Alumni Fakultas Teknik ingin mengadakan
Kuliah Umum yang merupakan rangkaian acara dari IKATAN ALUMNI TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS (IKATUA) sekalian
acara Trump Gembira di Kampus.
Bak gayung bersambut, sore itu
Miing, Incek, Bayan datang ke sekretariat yang baru untuk menemui pengurus EBC
yang ada waktu itu, ya spontan saja mereka langsung dihadapkan dengan kami.
Sore itu di Sekretariat PAITUA kami
(saya, pau, bn, puter, novec dll saya lupa) berdiskusi dengan para Alumni.
Nah, dari hasil pertemuan dengan alumni
itu, EBC mulai diarahkan lagi dalam organisasi dan pengembanganya. Akhirnya
dibentuklah kepengurusan yang baru, dah keluarlah Novec sebagai ketua EBC
setelah Feric yang di angkat di tahun 2002 dan baru di tahun 2006 lahir ketua
yang baru.
Alumni yang waktu itu di motori
langsung oleh Incek sangat bersemangat untuk memberikan pelajaran Bridge pada
pengurus bridge yang baru. Di sela2 waktunya Incek dan Bayan mau mengajarkan
kami cara bermain bridge. Waktu untuk latihan di kampus (Sekretariat yang baru) diadakan dua kali dalam
seminggu. Dan di hari minggu kami latihan di base camp angkatan 2003.
Hal ini di lakukan agar kami
memiliki cara bidding yang sama dalam permainan.
Hingga pada akhirnya dengan Rahmat
Allah Yang Maha Kuasa, EBC hidup kembali.
Dan acara Trump Gembira seperti
keinginan Alumni kami selenggarakan dengan sukses dan lancar.
Sejak saat itu EBC mulai bergairah
kembali, sekretariat pun terus dibenahi, kepengurusan kembali berjalan, kami
seperti kepompong yang perlahan2 tumbuh menjadi seekor kupu2 cantik dan indah
dipandang mata, dan disukai banyak orang.
Oya hampir saya lupa, saya menulis
cerita ini adalah untuk memberikan apresiasi kepada beberapa teman dari
angkatan 2003 yang sempat terlupakan dan tidak muncul kepermukaan. Mereka
diantaranya adalah :
BN
(si pembuat spanduk EBC yang sekarang terpampang di Sekretariat EBC, dan sablon
yang ada di meja latihan EBC), Kulak (peserta turnamen dengan modal nekat), John,
Leon, Ucok (senior kami dari angkatan 2001 dan 2002 yang juga selalu semangat mengajarkan
kami), Febry (Ketua BEM, yang telah menyetujui memakai ruangan untuk EBC),
teman2 dari Teknik Mesin 03 seperti Fadly Paniank, Ajo, Adik, Dion, Sudung, Ed dll (dari UKO),
Donal (Komting Sipil 2003), Nando, Khuss (yang menyempatkan diri bermain trump
dan rapat bersama mambahas agar EBC hidup kembali walaupun sedang mengawas
praktikum di lab Mektan), Jup, Kaniank, Burung, Dhani Aziz, Rimi, Pitung, Bob dan kawan2
sipil 03 lainnya yang meramaikan kembali permainan Trump, Gulai (Teknik
Industri 03, si kidal yang jago main trump), dan teman2 tetangga dari PAITUA
dan FORISTEK yang juga ikut menyemangati lahirnya kembali EBC.
Merekalah “Mata Rantai yang
Terlupakan” dan mereka semua adalah
tokoh belakang layar dibalik bangkitnya EBC.
Terimakasih untuk kalian semua,
kalian telah melukiskan sepenggal catatan tinta emas dalam perjalanan
kembalinya EBC.
Kita kembali pada kepompong, yaap…
memang begitulah kenyataannya…
Selama masa kepengurusan Novec dan
jajarannya, maka terciptalah regenerasi
yang melahirkan nama2 seperti :
Angkatan 2003 : Novec, Acy, Puter,
Pau (mereka masih eksis sampai mengikuti beberapa kejuaraan)
Angkatan 2004 : Frizen
Angkatan 2005 : Cyntia dan Restu
(tim ladies). Oce, Pur, Ijonk, Adam, Berliando, Cabiak, Rendy dll (saya lupa
nama2 angkatan kalian,, sorry…)
Angkatan 2006 : Kabuik, Dicky,
Yogi, Kojek, Dipo dll dan beberapa orang tim ladiesnya.
Dan di tangan mereka lah prestasi
demi prestasi mulai diraih, mereka mulai mengikuti setiap lomba2 ataupun
turnamen2 yang di adakan oleh lembaga2 pemerintahan.
Seiring berjalannya waktu, dimana
teman2 dari angkatan 2003 sudah mulai menyelesaikan perkuliahannya,
kepengurusan dilanjutkan kepada Oce.
Dan dari sinilah EBC semakin
dikenal, dan terus melahirkan kader2 yang handal dan piawai dalam bermain
bridge. Mereka yang tergabung dalam angkatan 2007, 2008 melahirkan nama2 seperti Deny, Paulina, Ayu,
Yani, Widya, Wirna Asrul, dll (saya juga lupa nama2 angkatan kalian, sorry…)
Sekarang EBC sudah kembali booming,
EBC kembali diperhitungkan di setiap kejuaraan yang di ikuti, EBC sudah kembali
merasakan kembali masa2 keemasannya. HIDUP EBC..!!!
Bahkan kabar terbaru beberapa
member EBC di pakai untuk mengikuti Kejuaraan PORDA SUMBAR yang mewakili
beberapa daerah. Dan EBC juga mengikuti Kejurnas, Porprov daan kejuaraan2
bergengsi lainnya…
Mungkin prestasi EBC saat ini bisa
ditanyakan langsung kepada orang yang bersangkutan (terutama di masa
kepengurusan Oce dan Dipo selaku ketuanya)
Cerita ini saya buat tanpa ada
maksud apa2, cerita ini semata2 hanyalah untuk dijadikan semacam sepenggal
perjalanan yang alangkah baiknya di ketahui oleh kader2 EBC sekarang dan selanjutnya.
Dan terakhir, saya mewakili teman2
dari Angkatan 2003 mengucapkan terimakasih yang sedalam dalamnya kepada para
Alumni EBC (tanpa terkecuali) yang masih selalu memantau dan peduli akan
perkembangan EBC sampai saat sekarang ini. Dan juga terimakasih kami untuk
penerus kami karena telah melanjutkan tongkat estafet kearah yang lebih baik
seperti saat sekarang ini.
Dan harapan kita bersama, jagalah
selalu kebersamaan antara kita, semoga EBC selalu Jaya dan Semakin Bersinar dan
meraih lebih banyak prestasi lagi. HIDUP EBC… !!
Sekian dari saya.
Wassalam,
ZHY
Selasa, 24 Januari 2012
XPDC GUNUNG GEDE (2985 mdpl) – ‘naek bareng, sekalian mungutin sampah ‘
XPDC GUNUNG GEDE (2985 mdpl) – ‘naek bareng, sekalian mungutin sampah ‘
’23 s/d 25 Desember 2011’
Malam
itu hujan turun degan derasnya, aku terdiam sejenak di lobby gedung sambil
smsan ma Bu Nang.
“mak tunggu bentar yee, di mampang lg hujan gede.
Ntar kl udh reda gw segera meluncur ke Psr Rebo”
Yaap,
jumat pukul 19:00 hujan mulai tinggal gerimis doang.
Aku
segera melaju ke pasar Mampang, mampir beli nasi bentar di warung langganan,
kemudian beli jeruk madu buat bekal besok, dan ga pake lama,, aku langsung
berlari menuju kost.
Sesampai
di kamar, aku packing ulang kemudian makan, sholat … dan,,, Bismillahhirahmaanirrahiim… aku bersiap
menuju Psr. Rebo.
Yaaap,,
aku, Bu Nang dan Onay ikut kegiatan yg diadain anak2 HIMPALA (Himpunan Penikmat
Alam) yang bertemakan ‘naek bareng gunung Gede sambil mungutin sampah’.
Kopaja
57 jurusan Blok M – Term Kampung Rambutan mengantarkan ku menemui Bu Nang dan
Onay yang udah nunggu di Psr Rebo.
Sesampai
di sana, : Assalammualaikuum… sambil mengangkat
kedua tangan, ku sapa mereka yg udah nungguin
dari tadi.
Kami
bertiga nongkrong di sebuah warteg dkt halte busway di bawah Fly Over psr Rebo
sambil nungguin rombongan dari Base Camp Himpala di daerah Condet.
Setelah
cukup lama menunggu, akhirnya rombongan datang juga walaupun molor dari jadwal
yg udah di tentuin sebelumnya.
Pukul
23:00, bis rombongan mulai melaju menuju cibodas.
Di
dalam bis terlihat wajah2 para penikmat alam yang tidak seorangpun aku kenal.
Masa
bodoh, orang aku ngantuk, soo,,
sesudah kebagian tempat duduk, aku tinggal tidur aja mereka2. Wkwkwk..
Ketika
melewati kawasan puncak, aku terbangun oleh dinginnya udara malam itu. Dan Bu Nang
yg duduk di sebelah ku menawarkan mpek mpek yg udah di bawa dari rumah.
Hmm.. maknyooz…
makacie ye Mak…..
Pukul 01:00 kami tiba pertigaan menuju pos Gn
Putri.
Nyambung
lagi naek angkot, duduk dempet2tan bareng ama tumpukan tas, kami menuju pos Gn
Putri melewati jalan mendaki dan banyak lobangnya. Genjotan mobil begitu berasa
di pantat. Braakk… Wuaaw..
Rombongan
nginep dulu di Gn Putri, krn kegiatan akan dimulai pagi harinya.
Udara
dingin udah tak terelakan lagi, kepulan asap yg keluar dari mulut sudah cukup bukti
akan dinginnya udara malam di gn Putri.
Akupun
terbangun oleh suara2 dgn logat sundanya… ‘eliing…
eliiing… waktunya sholat shubuh’
Selidik
punya selidik, ternyata suara itu berasal dari sebuah musholla kecil di sebelah
penginapan.
Kulihat
jam, ternyata telah menunjukkan pukul 04:15. Dan akupun menyempatkan utk sholat
subuh walaupun harus melawan dinginnya udara dan dinginnya air.
Walaupun dingin, tapi segernyaa… huuuuu…. Brrrrr….
Abis
sholat, aku kembali tidur… zZzZ…
Dan
pukul 05:30 satu persatu dari rombongan mulai bangun. Dan suara2 celetukan
mulai terdengar diantara mereka.
Tidak
lama berselang, kami semua berkumpul untuk mendengarkan pengarahan dari
panitia. Acara di pimpin oleh MatSe selaku ketua kegiatan, dan dilanjutkan
dengan sesi perkenalan. Satu persatu di antara kami mulai mengenalkan diri. dan
disitulah kami mulai mengenal siapa dan dari mana aja peserta berasal. Dan
gelak tawa saat perkanalan memecahkan kebekuan diantara kami yang tadinya belum
saling kenal.
Ditambah
lagi ketika salah seorang panitia yang bernama Ali membacakan sebuah puisi,
maka suasana mulai terasa akrab dan lebih hangat. Alii alii.. gokil lu yee… hakhakhak..
Acara
kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama. Setelah semua selesai, tepat pukul
08:00 kami semua berkumpul lagi untuk berdoa bersama sebelum memulai pendakian.
dan,,, GOOO….!!!
Berjalan
beriringan, melewati perkebunan penduduk, hingga melewati sebuah sungai, dan
kemudian barulah kami disuguhi pemandangan barisan rapi pepohonan, yang tampak
hijau yang masih ditutupi kabut tipis pagi itu. Udara segar, yang terasa dingin
melewati rongga hidung, yang kemudian mendinginkan dada dan menyejukkan
fikiran.
Ooooh… Alangkah tenang dan damainya jiwa ini..
jauh dari kebisingan, hiruk pikuk, dan hingar bingar Ibu Kota.
Melangkah
sambil menjalin persahabatan,, canda tawa pun menjadi padu dalam kecerian
diantara sesama. Saling berbagi dan saling mengisi dalam setiap derap langkah,
walaupun sesekali rintik hujan menambah dingin raga ini.
Hingga
pukul 16:00 kami sampai di Alun2 Surya Kencana
Di
padang rumput yang luas itu terlihat kabut tipis seolah2 berlari lari riang
melewati pohon2 edelweis yang tumbuh menyebar di alun2 surya kencana.
Kami
berjalan menembus kabut menuju camp area. Dan terlihat butiran embun putih
halus menempel di bajuku.
Oooow…. Indahnya saat itu..
Setelah
tenda didirikan, kemudian masak, dan bikin minuman yg anget2 aku kemudian ambil
posisi untuk tidur karena entah kenapa kepala ini terasa sakit. Dan ga kuat
lagi utk beraktifitas di luar tenda.
‘Mak, gw tdur dulu yaa.. sakit bgt nih
pala..’.. aku
ngomong ama Bu Nang sambil menyarungkan sleepingbag.
Seolah
ga mau tau apa yang terjadi di luar sana, akupun tertidur pulas dalam hangatnya
sleepingbag, dan aku terbangun pukul 01:00, karena udah kebelet kencing..
Akupun
memaksakan diri utk keluar tenda melawan dinginya malam.
Brrr… kakiku gemetar ketika menginjak rumput2 di
sekeliling tenda, hawa dingin malam itu meresap kencang ke tulangku.. brrr….
Crooooot…. Hmm… aaahhh,,,, legaaa rasanya lepas dari penderitaan… hehee…
Kembali
ku lanjutan singasana peraduanku.
Dan
dari luar sana terdengar suara si mamang yang menjajakan nasi uduknya.
Uduuk,, uduuk,,, ayoo yang uduuk…
Hingga
pagi menjelang, akhirnya aku terbangun, dan kubuka pintu tenda sambil
menyanyikan lagu iwan fals “condet”
Kubuka jendela,, Sapa angin pagi
Ringan kau melangkah,, Songsong hidup ini
Ringan kau melangkah,, Songsong hidup ini
Hela lenguh lembu,, Halau burung burung
Bocah tawa riang,, Canda di kali yang jernih
Bocah tawa riang,, Canda di kali yang jernih
Betapa
cerahnya Surya Kencana pagi itu. Terlihat jelas hamparan padang rumput hijau
beserta pohon2 edelweisnya. Udara pun terasa segar kuhirup..
Hmmm… kedamaian yang untuk kesekian kali
kurasakan…
Termakasih Wahai Sang Khalik, terimakasih ku
untukmu Wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Akupun
pergi ngambil air, dan berhubung musim penghujan, soo, aku ga kesulitan utk mendapatkannya. Dan ga perlu antre lagi ngambil
air kaya di musim kemarau.
Brrrrr….. dinginnya air menusuk disela2 tulangku.
Tapi kesegarannya begitu sejuk menyirami kulit ini.
Menyempatkan
untuk sholat subuh, kemudian bikin minuman yang anget2.
Dan
dari dalam tenda terlihat Bu Nang ma Onay lagi siap2 untuk menyambut segarnya
pagi di Alun2 Surya Kencana.
Tiba2
terdengar suara dari salah seorang panitia yang bernama Ali, dia mo ngasih tau
kalo aku ma onay diikutkan lomba tarik tambang mewakili kelompok 1.
Lombapun
dimulai..
Satu tua tigaa….!!!
Ayoo,,,, ayooo,,, tariiik….
Horeeee…
ternyata
untuk sesi pertama kelompok 1 menang, yang pada akhirnya kami berhasil
dikalahkan oleh kelompok 8, yang kebetulan postur tubuhnya gede2 smua. Dan
mereka pun berhasil keluar sebagai juara umumnya.
Setelah
semua rangkaian acara selesai, kami semua bergegas menuju puncak Gunung Gede.
Tepat
pukul 10:00 kami sampai di puncak gede (2985 mdpl), walaupun ditutupi kabut,
tapi tetap tidak mengurangi pesona keindahan gunung gede pangrango. Sesekali
keliatan puncak pangrango, dan kawah yang menganga dari bawah.
Setelah
cukup istirahat, dan berfoto bersama, rombongan melanjutkan perjalanan turun
sambil memungut sampah2 yang kami temui di jalur.
Hujan
menemani perjalanan turun kami, mulai dari Pos Kandang Badak sampai pada Pos
Cibodas hujan turun tiada henti. Dingin, jalur becek, dan sesekali kaki ini
terpeleset. Dan disitulah sensasi
berpetualang di alam bebas.
Ku
nikmati badan ini basah kuyup diguyur hujan dan berjalan dalam dingin.
Kalau
terasa haus, aku cukup menganga menghadap langit, dan air hujan pun menetes
masuk ke dalam mulutku..
Aahhh… segerrrr….
Akhirnya
pukul 16:00 sampailah aku di pintu masuk pendakian jalur Cibodas, dan aku
langsung menuju warung mang Asep, utk nyusul Bu Nang dan Onay yang udah duluan
sampai.
Warung
mang Asep (warung mang Idi 2) memang sering dijadikan sebagai tempat
persinggahan para pendaki. Dan Bu Nang sudah sangat akrab ama Mang Asep.
Setelah
selesai mandi, bersih2, kami istirahat di ruangan yang khusus di sediakan utk
pendaki yang ingin beristirahat sambil menunggu rombongan yang masih dlm
perjalanan turun.
Makan,
minum sambil bercerita2 dalam balutan canda tawa yang tiada henti tanpa terasa
hari semakin larut.
Dan
pukul 23:00 barulah semua rombongan siap untuk kembali ke Jakarta dengan Bis yang
udah di sewa khusus untuk kegiatan ini.
Bis
melaju dalam gelap dan dinginnya kawasan puncak. Perlahan2 satu persatu dari rombongan
tertidur dengan pulas.
Dan
aku terbangun ketika sampai di pintu tol Cibeureum, karena Bu Nang dan Onay
turun disitu. Sementara aku turun di Pasar Rebo.
Di
sana tidak terlihat lagi angkutan untukku menuju kostan, soo, aku naik taxi
aja.. dan ternyata sopirnya orang padang juga.. jadi pembicaraan terasa hangat
malam itu.
Dan
sekitar pukul 01:00 aku nyampe di kost
Sedikit
bersih2, untuk kemudian ku rebahkan badan di singasana peraduanku. Karena
keesokan harinya aku harus sudah siap untu melanjutkan kembali catatan
perjalanan seorang Petualang Dari Andalas.
zZzZz…ZzZz…ZzZzz….
Thanks to :
·
Teman
HIMPALA : MatSe (ketua acara, a good leader..!!), Ali (tks doorprizenya li,,
hehee… lansung gw pake), kojek (team advance) akhirnya kita bertemu juga
jek.. dan tmn2 Crew HIMPALA lainnya
·
Seluruh
peserta kegiatan Aksi Bersih, (disana ada shella yg merupakan peserta termuda..
semangat Dek…) terimakasih atas kebersamaan kalian
·
Dan
yang utama Bu Nang (mak gw yg super heboh boh boh,,,) Onay (sodara alam ku yang
TOP bgt dah…)
Langganan:
Komentar (Atom)