Rabu, 21 Maret 2012

Mata Rantai yang Terlupakan

Pagi itu sekitar pukul 09:30 (di tahun 2006 tapi tidak ingat lagi hari dan tanggalnya) saya dan BN sedang asyik menyablon Spanduk sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Teknik di Ruangan Sekretariat yang baru saja kami tempati., yaa,, UKM  itu dikenal dengan nama EBC (Engineering Bridge Club). 
Sekretariat yang kami tempati terhitung baru saja selesai dibangun, sebab setelah sekian lama, beberapa unit UKM di Fakultas Teknik tidak memiliki tempat. Hal ini dikarenakan kampus Fakultas Teknik di pindahkan dari Air Tawar menuju kampus induk di Limau Manih, karena di kawasan Air Tawar akan di bangun perluasan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP).
Bicara soal Engineering Bridge Club atau lebih lazim dikenal dengan sebutan EBC, UKM EBC merupakan salah satu jenis kegiatan kemahasiswaan yang menggeluti permainan olah kartu, kemampuan nalar dan analisa, serta kerjasama tim. Yang mana Bridge juga termasuk dalam salah satu jenis cabang olah raga dan selalu di ikut sertakan dalam setiap kejuaraan baik tingkat Nasional maupun Internasional.
Untuk EBC sendiri, prestasinya sudah cukup dikenal di kancah Nasional, bahkan EBC pernah mengikuti kejuaraan tingkat ASEAN. Masa kejayaan EBC ini meroket sekitar tahun 90-an.
Waktu itu muncul beberapa nama, diantaranya Ken94, Incek, Kinxit, Roni Solok, Ihsan, Bayan dan teman2 angkatan mereka lainnya termasuk team Ladies yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu disini, yang kebetulan mereka semua adalah senior saya di kampus. Dan nama2 seperti Beny, Bom, Meky, dll (angkatan ’98) juga menjadi pemain Bridge yg handal di masanya.
Mengenai masa keemasan EBC di atas, mungkin nama2 yang bersangkutan bisa menceritakan kisah2 spektakulernya dalam balutan suka, duka, cinta, haru dan bahagia. 
Dan untuk kisah ini saya hanya menceritakan tentang EBC semenjak saya mulai mengenalnya hingga saat sekarang ini sejauh yang saya tau.
Seiring berjalannya waktu sekitar periode tahun 2001 - 2006, nama EBC perlahan mulai dingin. Mungkin dikarenakan beberapa pentolan sudah menamatkan kuliahnya, dan sebagian lagi sibuk menyusun Tugas Akhir.
Kondisi ini diperparah ketika Jurusan Teknik Mesin, Teknik Sipil dan Teknik Elektro di pindahkan ke kampus Induk di Limau Manih. 
Adapun yang masih tetap menghuni Kampus Air Tawar adalah Teknik Industri dan Teknik Lingkungan, yaah.. kami dikenal dengan istilah SMILE FACE (Sipil, Mesin, Industri, Lingkungan Elektro Faculty of Engineering).
Jarak antara Air Tawar – Limau Manih cukup jauh. Mungkin inilah yang menjadi penyebab berkurangnya anggota EBC dari tahun ketahun. Jadi dapat di pastikan masa antara th 2001-2006 merupakan masa dimana EBC mulai tidak jelas keberadaannya dan tidak se booming dulunya. Pengkaderan tidak berjalan lancar, karena untuk pergi latihan anggota mesti pergi ke air tawar, dan itu cukup memakan waktu.
Di tahun 2002 EBC masih cukup dikenal, karena pada masa kepengurusan Feric sebagai ketua, EBC masih sempat mengikuti beberapa Tournamen, dan mengadakan Open Tournament Bridge. Dan hasilnya tidaklah mengecewakan. Di masa ini selain dihiasi oleh wajah2 lama, juga lahir nama2 baru seperti John Lambuak, Leon, Ucok, Ajo Alif, Novy dan beberapa nama lainnya.
Kita lanjut ke tahun 2003, adalah tahun dimana saya bersama teman2 seangkatan lainnya seperti Acy, Pau, Puter, BN, Novec, Donal, Ori, Kaniang, Jup, Kulak, Nando, Khuss, Pitunk dan teman2 lainnya mengenal EBC.
Kami mengikuti penerimaan anggota di sekretariat EBC di Air Tawar. Dan sempat juga mengikuti Acara Buka Puasa bersama.
Lagi lagi dikarenakan jarak untuk latihan dan kerkumpul yang jauh, jadi tidak semua dari kami rutin untuk latihan tiap minggunya. Walaupun senior seperti Meki, Bom, John, Leon, Ucok tetap semangat untuk menyuruh kami untuk datang latihan.
Hingga pada akhirnya sebagian dari kami mulai melupakan permainan Bridge, dan rata2 dari kami hanya mengenal dasar2 permainan Bridge yang popular dengan sebutan Trump, tapi hanya ada satu nama dari angkatan kami yang eksis untuk mengikuti perkembangan Bridge, yaap.. dialah Pau. Sosok kalem (kalam), yang cukup lihai mengolah beraneka permainan penalaran. (Pau, janganlah dirimu Ge-eR…)
Di tahun 2004, 2005 pengkaderan anggota baru EBC terbilang tidak ada. Mungkin penyebabnya dikarenakan angkatan 2002 sudah mulai disibukkan dengan kegiatan perkuliahan, dan angkatan kami pun (2003) tidak mengenal banyak tentang bridge di tambah lagi sekretariat yang mulai tidak terurus.
Kondisi ini sampai juga ke telinga para senior2 EBC terdahulu, baik itu para pendiri ataupun para Senior yang telah membawa harum nama EBC dengan sederat piala, piagam dan beberapa penghargaan.
Selenting terdengar kalau para Alumni mulai menanyakan keberadaan EBC. 
“EBC masih ada ga…??”
“kemana nih EBC,,?? Ko ga ada kabarnya lagi..??”
Dan beberapa pertanyaan lainnnya yang membuat kami angkatan termuda kala itu mulai berfikir.
Sekilas cerita dari mulut kemulut juga terdengar, kalau di EBC ada siklus turun naik.. dimana ada suatu masa EBC itu Jaya, dan ada juga suatu kondisi dimana EBC itu menghilang..
Dan benar,, pada saat itu EBC seperti hilang tanpa kabar berita.
Seperti sebuah takdir, dan sebuah pembenaran terhadap siklus tersebut. Ada rumor bahwa akan di bangun Sekretariat untuk UKM Fakultas Teknik.
Sekretariat itu nantinya hanya bisa di huni oleh 4 UKM. Dan pada saat itu yang masih eksis UKMnya adalah PAITUA Teknik Unand, FORISTEK dan BEM Fakultas. Dan tersisa satu ruangan yang masih tersisa.
BEM dibawah kepengurusan Febry, sempat menanyakan kepada kami (angkatan 2003) tentang keberadaan EBC, apakah masih aktif dalam berkegiatan. Sebab kalau EBC tidak jalan, ruangan yang kosong itu akan ditempati oleh UKM Keolahragaan atau UKO Fakultas Teknik, yang pada masa itu juga bernasib sama dengan EBC.
Saya masih ingat pada suatu sore saya dan Febry ngobrol santai dari lantai 2 Sekretariat yang baru selesai di bangun itu, dia menanyakan kepada saya,,
“gimana nih zhy,, ruangan yang kosong ini buat EBC atau UKO..??”.. Febry bertanya sambil memandang lepas ke perbukitan Limau Manih..
“Buat EBC aja Feb.. soalnya kami udah mulai merumuskan pengkaderan untuk angkatan 2005..” saya membalas ucapan Febry.
Dan mengenai UKO, kebetulan pentolan waktu itu juga di handle oleh Angkatan 2003 yang mayoritas di urus oleh teman2 dari Teknik Mesin, jadi ketika saya ngobrol dengan pengurus UKO, mereka setuju saja kalau ruangan itu di pakai oleh EBC.
Akhirnya Febry selaku Ketua BEM setuju kalau ruangan itu di gunakan untuk EBC. 
Dan kami dari angkatan 2003 mulai mendiskusikan gimana agar EBC dihidupkan kembali. 
Adalah Pau yang sejatinya sudah dari dulu ingin agar EBC tetap hidup dan kegiatannya berjalan, sangat ingin menghidupkan kembali EBC. Begitu juga dengan John, Leon, Ucok juga menyuport rencana menghidupkan kembali EBC ini.
Namun, dikarenakan Pau sibuk di Labor, tapi Pau tetap menyuport dan memanfaatkan waktu luangnya untuk membenahi EBC kembali.
Adalah saya, BN dan Kulak, yang pada saat itu sangat antusias untuk belajar Bidding, Trik dan seluk beluk tentang Bridge. 

Kami bertiga satu tempat kos, dan di situ juga tinggal “Adek” teman dari fakultas Mipa. Kebetulan  pada masa itu UKM Bridge dari Fakultas MIPA, Ekonomi dan Pertanian cukup dikenal.
Kami bertiga belajar dari Adek, hampir tiap malam kami belajar bidding. Dan jika Pau tidak sibuk di Lab, dia menyempatkan diri untuk belajar bridge bersama. Perlahan tapi pasti, kami mulai menularkan virus Bridge ke teman2 seangkatan yang tadinya hanya tau Trump sekarang sebagian dari mereka sudah mulai memainkan Bridge walaupun bidding masih asal2an.
Aktifitas kami ini sempat dilihat oleh Frizen (angkatan 2004) yang kebetulan sering maen ke base camp angkatan 2003, dan secara tidak langsung dia tertarik dan mulai mempelajari teknik bidding dan trik permainan bridge.
Tidak hanya sampai disitu, saya dan BN mulai “jemput bola”,, maksudnya kami berdua menemui langsung anak2 dari Angkatan 2005 untuk mengenalkan istilah Bridge dan cara bermainnya.
Saya masih ingat, pada suatu malam kami berdua berkunjung ke kediaman Adam (Komting Angkatan 2005), yang kebetulan angkatan mereka sering berkumpul disana.
Kami mengenalkan permainan Trump.
Tapi apa yang kami dapat malam itu, Adam dan teman2 sedikit meremehkan permainan Trump, tapi mereka tetap penasaran dan mau belajar bagaimana cara bermainnya.
Setelah kami beritahu bahwa bermain Trump ini seperti permainan cangkul, namun disini dituntut kejelian kita dalam manganalisa kemungkinan peluang menang dari kartu yang kita mainkan, dan uniknya, dalam permainan Trump kita tidak bisa berbuat curang, dan itu pasti akan ketahuan. 
Naah, dari situ mereka mulai tertatik. Dan semenjak saat itu perlahan2 kami mengundang anak2 dari Angkatan 2005 dan angkatan 2006 untuk belajar bermain trump.
Saya masih ingat waktu itu Oce, Vicry, Adi, Kabuik dan beberapa teman lainnya kami ajarkan cara bermain Trump di kosan.
Oya saya hampir lupa, saya masih ingat di waktu saya, BN dan Kulak belajar Bridge, kami mendapat kabar bahwa ada tournament Bridge yang diadakan oleh PLN Sumbar. Dan yang hebatnya Kulak dan BN memberanikan diri untuk iktu dalam tournament itu dengan modal nekat. Dan Alhamdulillah hasilnya mereka kalah. Hahaa… 
Akhirnya Trump sudah mulai familiar di kalangan kampus, dan perlahan2 dari mereka (angkatan 2005, 2006) kami undang untuk datang ke Sekretariat untuk bermain bersama.
Seiring dengan itu,  Saya, BN, Pau mulai berencana membenahi Sekret yang udah cukup lama kosong dan hal ini di support oleh Donal selaku Komting Angkatan 2003, Novec, Puter, Kaniank, Jup, Acy, Nando, Khuss dan ada satu nama lagi di angkatan kami yaitu Ori. Kebetulan pada masa itu dia adalah ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil.
Sebagai langkah awal, BN mulai mendesain kembali spanduk EBC sedangkan saya membuat meja lesehan tempat untuk bermain bridge. Dan pau sendiri juga berjasa dalam menyediakan bahan2 berupa papan, kayu dan meminjamkan alat pertukangan. Kebetulan sisa dari bongkaran Labor Gambar.
Adapun novec merelakan Lemari di rumahnya untuk di pakai di secretariat.
Perlahan lahan sekretariat mulai terbenahi, dan semua piala2, piagam2 arsip dan dokumentasi EBC di masa keemasannya di pindahkan kembali ke sekretariat yang baru.
Seperti sudah ditakdirkan bahwa EBC ini akan hidup kembali, tersiar kabar bahwa Alumni Fakultas Teknik ingin mengadakan Kuliah Umum yang merupakan rangkaian acara dari IKATAN ALUMNI TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS (IKATUA) sekalian acara Trump Gembira di Kampus.
Bak gayung bersambut, sore itu Miing, Incek, Bayan datang ke sekretariat yang baru untuk menemui pengurus EBC yang ada waktu itu, ya spontan saja mereka langsung dihadapkan dengan kami. 
Sore itu di Sekretariat PAITUA kami (saya, pau, bn, puter, novec dll saya lupa) berdiskusi dengan para Alumni.
Nah, dari hasil pertemuan dengan alumni itu, EBC mulai diarahkan lagi dalam organisasi dan pengembanganya. Akhirnya dibentuklah kepengurusan yang baru, dah keluarlah Novec sebagai ketua EBC setelah Feric yang di angkat di tahun 2002 dan baru di tahun 2006 lahir ketua yang baru.
Alumni yang waktu itu di motori langsung oleh Incek sangat bersemangat untuk memberikan pelajaran Bridge pada pengurus bridge yang baru. Di sela2 waktunya Incek dan Bayan mau mengajarkan kami cara bermain bridge. Waktu untuk latihan di kampus  (Sekretariat yang baru) diadakan dua kali dalam seminggu. Dan di hari minggu kami latihan di base camp angkatan 2003.
Hal ini di lakukan agar kami memiliki cara bidding yang sama dalam permainan.

Hingga pada akhirnya dengan Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, EBC hidup kembali. 
Dan acara Trump Gembira seperti keinginan Alumni kami selenggarakan dengan sukses dan lancar.
Sejak saat itu EBC mulai bergairah kembali, sekretariat pun terus dibenahi, kepengurusan kembali berjalan, kami seperti kepompong yang perlahan2 tumbuh menjadi seekor kupu2 cantik dan indah dipandang mata, dan disukai banyak orang.
Oya hampir saya lupa, saya menulis cerita ini adalah untuk memberikan apresiasi kepada beberapa teman dari angkatan 2003 yang sempat terlupakan dan tidak muncul kepermukaan. Mereka diantaranya adalah : 
BN (si pembuat spanduk EBC yang sekarang terpampang di Sekretariat EBC, dan sablon yang ada di meja latihan EBC), Kulak (peserta turnamen dengan modal nekat), John, Leon, Ucok (senior kami dari angkatan 2001 dan 2002 yang juga selalu semangat mengajarkan kami), Febry (Ketua BEM, yang telah menyetujui memakai ruangan untuk EBC), teman2 dari Teknik Mesin 03 seperti Fadly Paniank, Ajo, Adik, Dion, Sudung, Ed dll (dari UKO), Donal (Komting Sipil 2003), Nando, Khuss (yang menyempatkan diri bermain trump dan rapat bersama mambahas agar EBC hidup kembali walaupun sedang mengawas praktikum di lab Mektan), Jup, Kaniank, Burung, Dhani Aziz, Rimi, Pitung, Bob dan kawan2 sipil 03 lainnya yang meramaikan kembali permainan Trump, Gulai (Teknik Industri 03, si kidal yang jago main trump), dan teman2 tetangga dari PAITUA dan FORISTEK yang juga ikut menyemangati lahirnya kembali EBC. 
Merekalah “Mata Rantai yang Terlupakan” dan mereka semua adalah  tokoh belakang layar dibalik bangkitnya EBC.
Terimakasih untuk kalian semua, kalian telah melukiskan sepenggal catatan tinta emas dalam perjalanan kembalinya EBC.
Kita kembali pada kepompong, yaap… memang begitulah kenyataannya… 
Selama masa kepengurusan Novec dan jajarannya, maka terciptalah regenerasi yang melahirkan nama2 seperti :
Angkatan 2003 : Novec, Acy, Puter, Pau (mereka masih eksis sampai mengikuti beberapa kejuaraan)
Angkatan 2004 : Frizen
Angkatan 2005 : Cyntia dan Restu (tim ladies). Oce, Pur, Ijonk, Adam, Berliando, Cabiak, Rendy dll (saya lupa nama2 angkatan kalian,, sorry…)
Angkatan 2006 : Kabuik, Dicky, Yogi, Kojek, Dipo dll dan beberapa orang tim ladiesnya.
Dan di tangan mereka lah prestasi demi prestasi mulai diraih, mereka mulai mengikuti setiap lomba2 ataupun turnamen2 yang di adakan oleh lembaga2 pemerintahan.
Seiring berjalannya waktu, dimana teman2 dari angkatan 2003 sudah mulai menyelesaikan perkuliahannya, kepengurusan dilanjutkan kepada Oce.
Dan dari sinilah EBC semakin dikenal, dan terus melahirkan kader2 yang handal dan piawai dalam bermain bridge. Mereka yang tergabung dalam angkatan 2007, 2008 melahirkan nama2 seperti Deny, Paulina, Ayu, Yani, Widya, Wirna Asrul, dll (saya juga lupa nama2 angkatan kalian, sorry…)
Sekarang EBC sudah kembali booming, EBC kembali diperhitungkan di setiap kejuaraan yang di ikuti, EBC sudah kembali merasakan kembali masa2 keemasannya. HIDUP EBC..!!!
Bahkan kabar terbaru beberapa member EBC di pakai untuk mengikuti Kejuaraan PORDA SUMBAR yang mewakili beberapa daerah. Dan EBC juga mengikuti Kejurnas, Porprov daan kejuaraan2 bergengsi lainnya…
Mungkin prestasi EBC saat ini bisa ditanyakan langsung kepada orang yang bersangkutan (terutama di masa kepengurusan Oce dan Dipo selaku ketuanya)
Cerita ini saya buat tanpa ada maksud apa2, cerita ini semata2 hanyalah untuk dijadikan semacam sepenggal perjalanan yang alangkah baiknya di ketahui oleh kader2 EBC sekarang dan selanjutnya.
Dan terakhir, saya mewakili teman2 dari Angkatan 2003 mengucapkan terimakasih yang sedalam dalamnya kepada para Alumni EBC (tanpa terkecuali) yang masih selalu memantau dan peduli akan perkembangan EBC sampai saat sekarang ini. Dan juga terimakasih kami untuk penerus kami karena telah melanjutkan tongkat estafet kearah yang lebih baik seperti saat sekarang ini.
Dan harapan kita bersama, jagalah selalu kebersamaan antara kita, semoga EBC selalu Jaya dan Semakin Bersinar dan meraih lebih banyak prestasi lagi. HIDUP EBC… !! 
Sekian dari saya.


Wassalam,
ZHY