Kamis, 29 September 2011

EXPLORE TO SUMMIT SIBAYAK








30,31 Oktober 2010
Sore itu di Kota Medan, cuaca masih terasa cukup panas. Saya dan Bayu menuju Kampus Universitas Medan Area (UMA) Medan tepatnya ke Sekretariat Mapala Fakultas Psikologi  yang dikenal dengan nama GASI UMA. (Gemar Alam Psikologi Universitas Medan Area).
Sesampai disana kami disambut dengan akrab dan bersahabat,, yaaa,, keluarga jauh yang datang berkunjung, begitulah kata Bobby, salah seorang anggota GASI.
Setelah saling berkenalan dengan yang lainnya dan berbincang2, kemudian kami mengajak teman2 GASI untuk menemani kami Explore Gunung Sibayak. Dan dengan senang hati Rani dan Bobby mau menemani kami. Sebenarnya teman2 yang lainnya mau ikut juga, tapi karena GASI lagi ngadain acara maka hanya Rani dan Bobby aja yang bisa menemani.
Dan semua perlengkapan disiapkan. Tenda, kompor, nesting, piring, gelas dan sendok dan lain sebagainya di packing rapi oleh salah seorang juniornya Bobby.

Tepat sekitar pukul 17:00, kami memulai perjalanan menuju Gunung Sibayak yang berada di daerah Brastagi Kabupaten Karo. Setelah sekitar  2 jam perjalanan, kami tiba di daerah Brastagi,, gerimispun menyambut kedatangan kami. Kabut dingin merendah terlihat jelas di bawah cahaya lampu jalanan.
Kemudian kami mampir di salah satu warung nasi untuk ngisi perut sebelum naik ke puncak. Dan membeli logistik untuk bekas perjalanan kami.
Setelah semuanya selesai, tepat pukul 21:30 kami (Bobby, Rani, Bayu dan saya ) memulai pendakian menuju puncak Sibayak.
Bismillahhirrahmanirrahim….
Suasana perkampungan di kaki gunung terlihat sepi, kareana telah larut, dan cuaca gerimis. Perjalanan kami tempuh melewati jalur wisata yang mana rutenya menempuh jalan aspal sampai ke camp terakhir.
Baru setengah jam perjalanan, tiba2 hujan turun dengan derasnya, ditambah angin kencang memaksa kami untuk beristirahat dibawah pepohonan. Setelah cukup reda perjalanan kami lanjutkan. Perjalanan menuju camp terakhir kami tempuh dengan tempo yang cukup cepat, tanpa henti. Maklum, mereka semua adalah seorang anak pecinta alam yang sudah sering menaiki gunung.
Jalanan aspal yang menanjak, sesekali melewati lobang, dan berbatu kami tempuh dalam pekatnya malam dan cuaca dingin.
Perjalanan menuju camp kami tempuh dengan waktu sekitar 2jam-an. Sesampai di camp kami langsung  mendirikan tenda dan menyiapkan makanan dan minuman hangat.
Di camp udara semakin dingin, akan tetapi cuaca semakin cerah, hujan telah reda, dan sesekali terlihat bayangan bintang manghiasi malam kami. Sambil bercengkerama menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda, ditambah alunan music dari handphoneku. Semua itu terasa damai dan menenangkan bathin. Malampun semakin larut, yang ada hanya kesunyian, dan desiran angin. Unggunpun menjadi saksi bisu kedamaian kala itu. Kami kemudian terlelap dalam heningnya malam hingga mentari pagi dan kicauan burung membangunkan kami dari peraduan.

Aaaah…. Segar sekali udara pagi di sibayak ini…

Setelah selesai sarapan, perjalanan kami lanjutkan menuju puncak.
Jalur menuju puncak dari camp cukup jelas, karena sudah berbentuk anak tangga yang sudah dibeton. Di sepanjang jalan kita akan disuguhi pemandangan jurang yang terjal, dan di tepi jalan ditumbuhi oleh tanaman khas daerah ketinggian yang bunganya berwarna merah kekuningan.
Setelah sekitar 30mnt melewati jurang, selanjutnya kita akan menemui kawah yang masih aktif yang masih jelas terlihat asap belerang yang mengepul. Dan kawasan ini memang dijadikan untuk penambangan belerang oleh penduduk setempat.
Untuk menuju puncak, kita akan melewati jalan setapak diantara pecahan bebatuan, dan lerang gunung yang curam, hingga pada akhirnya sampailah kami di Puncak Gunung Sibayak (2172 mdpl).
Satu persatu dari kami pun berteriak… LESTARIII…!!!

  

Walaupun cuaca sedikit berkabut, tapi kecantikan dan keindahan Gunung Sibayak memang memiliki posona tersendiri dibandingkan dengan gunung2 lain.
Di puncak ini tedapat  pemancar dari BMG Sumatera Utara. Dan tentunya kami menyempatkan untuk mengabadikan pengalaman kami berada di puncak gunung Sibayak.


Setelah puas dengan pesona keindahan  alam sibayak, kamipun kambali menuju camp. Di sepanjang jalan menuju camp kami banyak menemui pengunjung lain, yang rata2 berasal dari mancanegara.
  

Orang2 sudah mulai terlihat rame, dan setelah selesai makan, beres2 dan packing semua barang kami melanjutkan perjalanan turun.
Akhirnya sekitar pukul 13:30 kami sampai di pos pendaftaran gunung sibayak. Disana kami bersih2 ganti pakaian, dan minum segelas teh hangat.
Angkot warna hijau tua menghantarkan kami sampai ke Brastagi, disana kami menyempatkan membeli souvenir khas daerah Brastagi.
Waktu telah menunjukkan pukul 17:00. Dan kami memutuskan untuk kembali menuju Sekret, karena kalau kemaleman , kami tidak kebagian mobil lagi. Sebuah bis terakhir menuju Medan ukuran sedang yang sudah penuh terisi terpaksa kami naiki. Karena tidak kebagian tempat duduk, kami pun duduk di atas atap mobil.
Hahaa… indahnya menikmati pemandangan menuju Medan dari atas atap bis sambil bercengkerama ditemani sebungkus kacang kulit dan pastinya gelak tawa juga turut serta meramaikan perjalanan pulang kami.

*Note : thanks to Bobby, Rani dan Teman2 GASI UMA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar