30,31 Oktober 2010
Sore itu di Kota Medan, cuaca
masih terasa cukup panas. Saya dan Bayu menuju Kampus Universitas Medan Area
(UMA) Medan tepatnya ke Sekretariat Mapala Fakultas Psikologi yang dikenal
dengan nama GASI UMA. (Gemar Alam Psikologi Universitas Medan Area).
Sesampai disana kami disambut
dengan akrab dan bersahabat,, yaaa,,
keluarga jauh yang datang berkunjung, begitulah kata Bobby, salah seorang
anggota GASI.
Setelah saling berkenalan dengan
yang lainnya dan berbincang2, kemudian kami mengajak teman2 GASI untuk menemani
kami Explore Gunung Sibayak. Dan dengan senang hati Rani dan Bobby mau menemani
kami. Sebenarnya teman2 yang lainnya mau ikut juga, tapi karena GASI lagi ngadain
acara maka hanya Rani dan Bobby aja yang bisa menemani.
Dan semua perlengkapan disiapkan.
Tenda, kompor, nesting, piring, gelas dan sendok dan lain sebagainya di packing
rapi oleh salah seorang juniornya Bobby.
Tepat sekitar pukul 17:00, kami
memulai perjalanan menuju Gunung Sibayak yang berada di daerah Brastagi
Kabupaten Karo. Setelah sekitar 2 jam
perjalanan, kami tiba di daerah Brastagi,, gerimispun menyambut kedatangan
kami. Kabut dingin merendah terlihat jelas di bawah cahaya lampu jalanan.
Kemudian kami mampir di salah
satu warung nasi untuk ngisi perut sebelum naik ke puncak. Dan membeli logistik
untuk bekas perjalanan kami.
Setelah semuanya selesai, tepat
pukul 21:30 kami (Bobby, Rani, Bayu dan saya ) memulai pendakian menuju puncak
Sibayak.
Bismillahhirrahmanirrahim….
Suasana perkampungan di kaki
gunung terlihat sepi, kareana telah larut, dan cuaca gerimis. Perjalanan kami
tempuh melewati jalur wisata yang mana rutenya menempuh jalan aspal sampai ke
camp terakhir.
Baru setengah jam perjalanan,
tiba2 hujan turun dengan derasnya, ditambah angin kencang memaksa kami untuk
beristirahat dibawah pepohonan. Setelah cukup reda perjalanan kami lanjutkan.
Perjalanan menuju camp terakhir kami tempuh dengan tempo yang cukup cepat,
tanpa henti. Maklum, mereka semua adalah seorang anak pecinta alam yang sudah
sering menaiki gunung.
Jalanan aspal yang menanjak,
sesekali melewati lobang, dan berbatu kami tempuh dalam pekatnya malam dan
cuaca dingin.
Perjalanan menuju camp kami
tempuh dengan waktu sekitar 2jam-an. Sesampai di camp kami langsung mendirikan tenda dan menyiapkan makanan dan
minuman hangat.
Di camp udara semakin dingin,
akan tetapi cuaca semakin cerah, hujan telah reda, dan sesekali terlihat
bayangan bintang manghiasi malam kami. Sambil bercengkerama menjalin
persahabatan dalam hangatnya tenda, ditambah alunan music dari handphoneku.
Semua itu terasa damai dan menenangkan bathin. Malampun semakin larut, yang ada
hanya kesunyian, dan desiran angin. Unggunpun menjadi saksi bisu kedamaian kala
itu. Kami kemudian terlelap dalam heningnya malam hingga mentari pagi dan
kicauan burung membangunkan kami dari peraduan.
Setelah selesai sarapan,
perjalanan kami lanjutkan menuju puncak.
Jalur menuju puncak dari camp
cukup jelas, karena sudah berbentuk anak tangga yang sudah dibeton. Di
sepanjang jalan kita akan disuguhi pemandangan jurang yang terjal, dan di tepi
jalan ditumbuhi oleh tanaman khas daerah ketinggian yang bunganya berwarna
merah kekuningan.
Setelah sekitar 30mnt melewati
jurang, selanjutnya kita akan menemui kawah yang masih aktif yang masih jelas
terlihat asap belerang yang mengepul. Dan kawasan ini memang dijadikan untuk
penambangan belerang oleh penduduk setempat.
Untuk menuju puncak, kita akan
melewati jalan setapak diantara pecahan bebatuan, dan lerang gunung yang curam,
hingga pada akhirnya sampailah kami di Puncak Gunung Sibayak (2172 mdpl).
Satu persatu dari kami pun
berteriak… LESTARIII…!!!
Walaupun cuaca sedikit berkabut,
tapi kecantikan dan keindahan Gunung Sibayak memang memiliki posona tersendiri
dibandingkan dengan gunung2 lain.
Di puncak ini tedapat pemancar dari BMG Sumatera Utara. Dan
tentunya kami menyempatkan untuk mengabadikan pengalaman kami berada di puncak
gunung Sibayak.
Setelah puas dengan pesona
keindahan alam sibayak, kamipun kambali
menuju camp. Di sepanjang jalan menuju camp kami banyak menemui pengunjung
lain, yang rata2 berasal dari mancanegara.
Orang2 sudah mulai terlihat rame,
dan setelah selesai makan, beres2 dan packing semua barang kami melanjutkan
perjalanan turun.
Akhirnya sekitar pukul 13:30 kami
sampai di pos pendaftaran gunung sibayak. Disana kami bersih2 ganti pakaian,
dan minum segelas teh hangat.
Angkot warna hijau tua
menghantarkan kami sampai ke Brastagi, disana kami menyempatkan membeli
souvenir khas daerah Brastagi.
Waktu telah menunjukkan pukul
17:00. Dan kami memutuskan untuk kembali menuju Sekret, karena kalau kemaleman
, kami tidak kebagian mobil lagi. Sebuah bis terakhir menuju Medan ukuran
sedang yang sudah penuh terisi terpaksa kami naiki. Karena tidak kebagian
tempat duduk, kami pun duduk di atas atap mobil.
Hahaa… indahnya menikmati pemandangan menuju Medan dari atas atap bis
sambil bercengkerama ditemani sebungkus kacang kulit dan pastinya gelak tawa
juga turut serta meramaikan perjalanan pulang kami.
*Note : thanks to Bobby, Rani dan Teman2 GASI UMA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar