Kamis, 29 September 2011

Backpacker to Tidung Island








Mancing ditemani Lumba2 di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu
(3-4 September 2011)
Udara dingin masih menusuk tubuhku, adzan shubuh terdengar lantang dari Musholla sebelah rumah kontrakan membangunkan ku dari peraduan.
Badan ini masih terasa berat untuk berdiri, capek dan pegal sehabis dari Sukabumi kemaren masih terasa. Namun, kupaksakan untuk bergegas mandi, dan menunaikan sholat subuh.
Setelah semua selesai, segera saya angkut carier lengkap dengan perlengkapan backpackerku yang sudah kupersiapkan dari kemaren.
Dari kos-an ku di daerah Mampang prapatan, aku naik Metromini 75 menuju Blok M. Jalanan masih saja terlihat sepi, maklum masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri 1432 H.
Sampai di blok M sekitar pukul 06:00., Terminal masih terlihat sepi, hanya ada beberapa angkutan yang ngetem, di area terminal. Satu botol air mineral dan gorengan yang baru keluar dari penggorengannya menjadi teman pagiku di terminal Blok M. lumayan buat ngeganjel.
Setelah sekitar 20 mnt menunggu di terminal, akhirnya sebuah bis besar warna putih memasuki terminal. Yaa,, sebuah bis jurusan Tangerang via Islamic. Karena udah janji sama temanku jam stengah delapan sudah nyampe rumahnya segera saja kunaiki bis itu. Dan waktu tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan menuju Islamic. Aku ga sempat menikmati perjalanan, karena masih ngantuk, dan selama di dalam bis pun aku tertidur. zzzZZzzz…..zzZZzzz… pulesss…..
Islamic… Islamic.. ayoo yang turun Islamic… teriakan kernet bis membangunkan tidurku.
Suasa di islamicpun masih terlihat sepi, hanya ada angkot yang ngetem, dan tukang ojek yng rebutan menawarkan jasanya. Dan sesekali kendaraan pribadi juga turut meramaikan ruas jalan.
Dari Islamic, aku menaiki angkot menuju Pasar Malabar.
Sesampai di Pasar Malabar, toko2 masih banyak yang tutup. Hanya warung2 yang menjajakan sarapan yang menghiasi pinggirian pasar Malabar kala itu. Sambil berjalan menelusuri warung2 makanan, dan sebuah tumpukan sampah yang baunya sedikit memusingkan kepala.
Akupun melewati sebuah pedagang kaki lima yang menjajakan beraneka kaca mata. Langsung kuhanpiri pedagang itu, dan sedikit tawar menawar, akupun membelisebuah kaca mata warna hitam abal2 merk Oakley.
Dengan mengenakan celana jeans pendek warna biru, kaos baju warna hitam, menyandang carier besar, dan sebuah topi rimba dikepalaku dilengkapi lagi dengan kacamata hitam yang baru aja ku beli, aku seolah-olah terlihat seperti seorang turis local yang sedang travelling. Akupun dengan penuh percaya diri melintasi lalu lalang orang di kawasan pasar. Setelah berjalan sekitar 15 mnt, akupun tiba di rumah temanku Rizky yang akrab dipanggil Kyky.  Di sanapun sudah ada abangnya kyky yang biasa dipanggil mas edy, dan temannya Fery (orang Padang)
Kyky adalah temanku satu kantor merupakan si punya ide untuk berwisata ke pulau tidung. Kyky hobby mancing, dan dia juga sering mendengar tentang keindahan pulau2 yang terletak dalam gugusan kepulauan seribu. sebuah tas hitam khusus untuk pemancing yang sudah lengkap dengan semua peralatan untuk memancing sudah siap di atas meja di teras rumahnya.
Setelah melahap sepiring ketoprak yang lewat depan rumah kyky, pukul 09:30 kamipun berangkat menuju pelabuhan Rawa Saban.
Sekitar 1 jam lebih perjalanan, kami tiba di pelabuhan rawa saban. Mas edy dan Uda Fery menyiapkan semua keperluan untuk mancing disana nantinya. Dua buah styroform beserta pecahan es batu dan 1kg udang untuk umpan.
Di rawasaban ini ada tempat penitipan motor dengan tarif 25rb perhari. Sekitar pukul 12:00, kamipun berlayar menuju pulau tidung dengan 2 jam perjalanan. Cuaca panas terik, menemani perjalanan kami melintasi lautan. Karena masih didera rasa kantuk, saya, uda feri dan kyky pun tertidur.
Satu jam kemudian aku terbangun, kulihat disekitar pemandangannya masih dihiasi lautan. Dan dari kejauhan, Nampak bayangan pulau tidung. Kan tetapi aku dikejutkan oleh sebuah bayangan hitam dari permukaan laut. Ternyata idu adalah seekor lumba2 yang sedang bermain. Dan segera kubangunklan kyky, tpi sayang, lumba2nya keburu menjauh dari kapal.
Akhirnya kami sampai di Pulau Tidung. Dan kamipun sampai di pulau tidung. Terlihat sibuk sekali aktifitas di dermaga pulau tidung. Warga setempat sibuk mangurus barang2 kebutuhan sehari2 yang didatangkan dari luar seperti, telur, beras, bensin, mie instan, air mineral, dan lain sebagainya. Maklum, karena merupakan sebuah pulau, jadi semua barang2 kebutuhan, didatangkan dari luar. Dan didermaga juga banyak terdapat rombongan pengunjung yang masing2 didampingi oleh pemandunya.
Disebuah warung, sekitar 20 m dari dermaga kami istirahat sejenak. Dari sini kita bisa melihat banyak tempat penginapan.
Sembari mereguk segelas kopi panas, saya berbincang2 dengan pemilik warung. Ternyata pemilik warung adalah masih memiliki hubungan keturunan dengan leluhur penduduk asli pulau tidung. Dari mereka saya jadi mendapatkan informasi tentang sejarah pulau tidung, asal muasal penduduk pulau tidung, asal nama pulau tidung, dan silsilah keturunannya.

 
 
Sekitar pukul 15:30 perjalanan kami lanjutkan ke dekat pantai. Dan saya pun mendirikan tenda di pinggir pantai dekat dengan jembatan cinta. Ramenya pengunjung menambah semarak suasana kala itu. Berhubung berangkat mancingnya 2 jam lagi, saya dan kyky memanfaatkan waktu luang untuk menikmati pesona pulau tidung. Saya berkesempatan mencoba loncat dari jembatan cinta, dan kami melintasi jembatan yang terbuat dari keyu  menuju pulau tidung kecil.

 
Setelah puas jalan2, kami bersiap siap untuk berangkat mancing.
Sekitar pukul 15:30, kami berangkat ketengah laut dengan menggunakan kapal yang sudah kami sewa. Dan haripun semakin gelap, matahari tenggelam terlihat dari atas kapal dan pulau tidung dan jembatan cintanya perlahan terlihat menjauh. Mancingpun dimulai.
Berhubung saya ga hobby mincing, saya hanya melihat2 pemandangan sekitar yang gelap gulita, dan melihat ekspresi mereka yang sedang asyik mincing. Biar ada kegiatan, saya masak air untuk bikin kopi dan rebus udang sisa umpan. Starike demi strike ikan pun mulai memenuhi box tempat ikan.
Setelah 4 jam berlalu, udara semakin dingin, tiba2 kami dikejutkan oleh segerombolan lumba2 yang bermain2 mengitari kapal kami. Wuuuaaauu,, pemandangan yang sungguh indah,,, bisa melihat lumba2 dari jarak dekat dalam jumlah banyak.
Mincing pun  kami hentikan, karena ikan2 semua pada kabur menghindari lumba. Dan kami bergerak kambali menuju dermaga pulau tidung. Pukul 02:00 kami tiba di dermaga. Karena sudah larut malam, akhirnya kami tidur di teras mushola sampai apda akhirnya adzan subuhb membangunkan kami.
Setelah sholat subuh bejamaah, kami bersiap2 untuk balik menuju dermaga. Dan tepat sekitar pukul 06:30 kapal bergerak menuju germaga rawa saban. Sambil menimati pemandangan lautan yang biru, dan melihat gugusan pulau yang pasirnya putih.
Sesampai di rawa saban, setelah ngambil motor di tempat penitipan perjalanan langsung kami lanjutkan menuju rumah kyky di perum tangerang.
Sesampai dirumah kyky, saya suguhi nasi uduk, makmul semenjak dari pulau tidung belum Setalah selesai mandi dan beres2, saya pun pamitan. 
Dan bersiap kembali menuju kosan di mampang prapatan.nyentuh yang namanya sarapan. 


Thanx to kyky…
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar