Mancing ditemani Lumba2 di Pulau Tidung,
Kepulauan Seribu
(3-4 September 2011)
(3-4 September 2011)
Udara dingin
masih menusuk tubuhku, adzan shubuh terdengar lantang dari Musholla sebelah
rumah kontrakan membangunkan ku dari peraduan.
Badan ini masih
terasa berat untuk berdiri, capek dan pegal sehabis dari Sukabumi kemaren masih
terasa. Namun, kupaksakan untuk bergegas mandi, dan menunaikan sholat subuh.
Setelah semua
selesai, segera saya angkut carier lengkap dengan perlengkapan backpackerku yang
sudah kupersiapkan dari kemaren.
Dari kos-an ku di
daerah Mampang prapatan, aku naik Metromini 75 menuju Blok M. Jalanan masih
saja terlihat sepi, maklum masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri 1432 H.
Sampai di blok M
sekitar pukul 06:00., Terminal masih terlihat sepi, hanya ada beberapa angkutan
yang ngetem, di area terminal. Satu botol air mineral dan gorengan yang baru
keluar dari penggorengannya menjadi teman pagiku di terminal Blok M. lumayan buat ngeganjel.
Setelah sekitar
20 mnt menunggu di terminal, akhirnya sebuah bis besar warna putih memasuki
terminal. Yaa,, sebuah bis jurusan Tangerang via Islamic. Karena udah janji
sama temanku jam stengah delapan sudah nyampe rumahnya segera saja kunaiki bis
itu. Dan waktu tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan menuju Islamic. Aku ga
sempat menikmati perjalanan, karena masih ngantuk, dan selama di dalam bis pun
aku tertidur. zzzZZzzz…..zzZZzzz… pulesss…..
Islamic… Islamic.. ayoo yang turun Islamic… teriakan
kernet bis membangunkan tidurku.
Suasa di
islamicpun masih terlihat sepi, hanya ada angkot yang ngetem, dan tukang ojek
yng rebutan menawarkan jasanya. Dan sesekali kendaraan pribadi juga turut
meramaikan ruas jalan.
Dari Islamic,
aku menaiki angkot menuju Pasar Malabar.
Sesampai di
Pasar Malabar, toko2 masih banyak yang tutup. Hanya warung2 yang menjajakan
sarapan yang menghiasi pinggirian pasar Malabar kala itu. Sambil berjalan
menelusuri warung2 makanan, dan sebuah tumpukan sampah yang baunya sedikit
memusingkan kepala.
Akupun melewati
sebuah pedagang kaki lima yang menjajakan beraneka kaca mata. Langsung
kuhanpiri pedagang itu, dan sedikit tawar menawar, akupun membelisebuah kaca
mata warna hitam abal2 merk Oakley.
Dengan
mengenakan celana jeans pendek warna biru, kaos baju warna hitam, menyandang
carier besar, dan sebuah topi rimba dikepalaku dilengkapi lagi dengan kacamata
hitam yang baru aja ku beli, aku seolah-olah terlihat seperti seorang turis
local yang sedang travelling. Akupun dengan penuh percaya diri melintasi lalu
lalang orang di kawasan pasar. Setelah berjalan sekitar 15 mnt, akupun tiba di
rumah temanku Rizky yang akrab dipanggil Kyky.
Di sanapun sudah ada abangnya kyky yang biasa dipanggil mas edy, dan
temannya Fery (orang Padang)
Kyky adalah
temanku satu kantor merupakan si punya ide untuk berwisata ke pulau tidung.
Kyky hobby mancing, dan dia juga sering mendengar tentang keindahan pulau2 yang
terletak dalam gugusan kepulauan seribu. sebuah tas hitam khusus untuk
pemancing yang sudah lengkap dengan semua peralatan untuk memancing sudah siap
di atas meja di teras rumahnya.
Setelah melahap
sepiring ketoprak yang lewat depan rumah kyky, pukul 09:30 kamipun berangkat
menuju pelabuhan Rawa Saban.
Sekitar 1 jam
lebih perjalanan, kami tiba di pelabuhan rawa saban. Mas edy dan Uda Fery
menyiapkan semua keperluan untuk mancing disana nantinya. Dua buah styroform
beserta pecahan es batu dan 1kg udang untuk umpan.
Di rawasaban ini
ada tempat penitipan motor dengan tarif 25rb perhari. Sekitar pukul 12:00,
kamipun berlayar menuju pulau tidung dengan 2 jam perjalanan. Cuaca panas
terik, menemani perjalanan kami melintasi lautan. Karena masih didera rasa
kantuk, saya, uda feri dan kyky pun tertidur.
Satu jam
kemudian aku terbangun, kulihat disekitar pemandangannya masih dihiasi lautan.
Dan dari kejauhan, Nampak bayangan pulau tidung. Kan tetapi aku dikejutkan oleh
sebuah bayangan hitam dari permukaan laut. Ternyata idu adalah seekor lumba2
yang sedang bermain. Dan segera kubangunklan kyky, tpi sayang, lumba2nya keburu
menjauh dari kapal.
Akhirnya kami
sampai di Pulau Tidung. Dan kamipun sampai di pulau tidung. Terlihat sibuk
sekali aktifitas di dermaga pulau tidung. Warga setempat sibuk mangurus barang2
kebutuhan sehari2 yang didatangkan dari luar seperti, telur, beras, bensin, mie
instan, air mineral, dan lain sebagainya. Maklum, karena merupakan sebuah pulau,
jadi semua barang2 kebutuhan, didatangkan dari luar. Dan didermaga juga banyak
terdapat rombongan pengunjung yang masing2 didampingi oleh pemandunya.
Disebuah warung,
sekitar 20 m dari dermaga kami istirahat sejenak. Dari sini kita bisa melihat
banyak tempat penginapan.
Sembari mereguk
segelas kopi panas, saya berbincang2 dengan pemilik warung. Ternyata pemilik
warung adalah masih memiliki hubungan keturunan dengan leluhur penduduk asli
pulau tidung. Dari mereka saya jadi mendapatkan informasi tentang sejarah pulau
tidung, asal muasal penduduk pulau tidung, asal nama pulau tidung, dan silsilah
keturunannya.
Sekitar pukul
15:30 perjalanan kami lanjutkan ke dekat pantai. Dan saya pun mendirikan tenda
di pinggir pantai dekat dengan jembatan cinta. Ramenya pengunjung menambah
semarak suasana kala itu. Berhubung berangkat mancingnya 2 jam lagi, saya dan
kyky memanfaatkan waktu luang untuk menikmati pesona pulau tidung. Saya
berkesempatan mencoba loncat dari jembatan cinta, dan kami melintasi jembatan
yang terbuat dari keyu menuju pulau
tidung kecil.
Setelah puas jalan2, kami bersiap siap untuk berangkat mancing.
Setelah puas jalan2, kami bersiap siap untuk berangkat mancing.
Sekitar pukul
15:30, kami berangkat ketengah laut dengan menggunakan kapal yang sudah kami
sewa. Dan haripun semakin gelap, matahari tenggelam terlihat dari atas kapal
dan pulau tidung dan jembatan cintanya perlahan terlihat menjauh. Mancingpun
dimulai.
Berhubung saya
ga hobby mincing, saya hanya melihat2 pemandangan sekitar yang gelap gulita,
dan melihat ekspresi mereka yang sedang asyik mincing. Biar ada kegiatan, saya
masak air untuk bikin kopi dan rebus udang sisa umpan. Starike demi strike ikan
pun mulai memenuhi box tempat ikan.
Setelah 4 jam
berlalu, udara semakin dingin, tiba2 kami dikejutkan oleh segerombolan lumba2
yang bermain2 mengitari kapal kami. Wuuuaaauu,, pemandangan yang sungguh
indah,,, bisa melihat lumba2 dari jarak dekat dalam jumlah banyak.
Mincing pun kami hentikan, karena ikan2 semua pada kabur
menghindari lumba. Dan kami bergerak kambali menuju dermaga pulau tidung. Pukul
02:00 kami tiba di dermaga. Karena sudah larut malam, akhirnya kami tidur di
teras mushola sampai apda akhirnya adzan subuhb membangunkan kami.
Setelah sholat
subuh bejamaah, kami bersiap2 untuk balik menuju dermaga. Dan tepat sekitar
pukul 06:30 kapal bergerak menuju germaga rawa saban. Sambil menimati
pemandangan lautan yang biru, dan melihat gugusan pulau yang pasirnya putih.
Sesampai di rawa
saban, setelah ngambil motor di tempat penitipan perjalanan langsung kami
lanjutkan menuju rumah kyky di perum tangerang.
Sesampai dirumah
kyky, saya suguhi nasi uduk, makmul semenjak dari pulau tidung belum Setalah selesai
mandi dan beres2, saya pun pamitan.
Dan bersiap kembali menuju kosan di mampang prapatan.nyentuh yang namanya sarapan.
Thanx to kyky…
Dan bersiap kembali menuju kosan di mampang prapatan.nyentuh yang namanya sarapan.
Thanx to kyky…






Tidak ada komentar:
Posting Komentar