Pagi itu sekitar pukul 09:30 (di
tahun 2006 tapi tidak ingat lagi hari dan tanggalnya) saya dan BN sedang asyik
menyablon Spanduk sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Teknik di
Ruangan Sekretariat yang baru saja kami tempati., yaa,, UKM itu dikenal dengan nama EBC (Engineering
Bridge Club).
Sekretariat yang kami tempati terhitung
baru saja selesai dibangun, sebab setelah sekian lama, beberapa unit UKM di
Fakultas Teknik tidak memiliki tempat. Hal ini dikarenakan kampus Fakultas
Teknik di pindahkan dari Air Tawar menuju kampus induk di Limau Manih, karena
di kawasan Air Tawar akan di bangun perluasan Kampus Universitas Negeri Padang
(UNP).
Bicara soal Engineering Bridge Club
atau lebih lazim dikenal dengan sebutan EBC, UKM EBC merupakan salah satu jenis
kegiatan kemahasiswaan yang menggeluti permainan olah kartu, kemampuan nalar
dan analisa, serta kerjasama tim. Yang mana Bridge juga termasuk dalam salah
satu jenis cabang olah raga dan selalu di ikut sertakan dalam setiap kejuaraan
baik tingkat Nasional maupun Internasional.
Untuk EBC sendiri, prestasinya
sudah cukup dikenal di kancah Nasional, bahkan EBC pernah mengikuti kejuaraan
tingkat ASEAN. Masa kejayaan EBC ini meroket sekitar tahun 90-an.
Waktu itu muncul beberapa nama,
diantaranya Ken94, Incek, Kinxit, Roni Solok, Ihsan, Bayan dan teman2 angkatan
mereka lainnya termasuk team Ladies yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu
disini, yang kebetulan mereka semua adalah senior saya di kampus. Dan nama2
seperti Beny, Bom, Meky, dll (angkatan ’98) juga menjadi pemain Bridge yg
handal di masanya.
Mengenai masa keemasan EBC di atas,
mungkin nama2 yang bersangkutan bisa menceritakan kisah2 spektakulernya dalam
balutan suka, duka, cinta, haru dan bahagia.
Dan untuk kisah ini saya hanya
menceritakan tentang EBC semenjak saya mulai mengenalnya hingga saat sekarang
ini sejauh yang saya tau.
Seiring berjalannya waktu sekitar
periode tahun 2001 - 2006, nama EBC perlahan mulai dingin. Mungkin dikarenakan
beberapa pentolan sudah menamatkan kuliahnya, dan sebagian lagi sibuk menyusun
Tugas Akhir.
Kondisi ini diperparah ketika
Jurusan Teknik Mesin, Teknik Sipil dan Teknik Elektro di pindahkan ke kampus
Induk di Limau Manih.
Adapun yang masih tetap menghuni Kampus
Air Tawar adalah Teknik Industri dan Teknik Lingkungan, yaah.. kami dikenal
dengan istilah SMILE FACE (Sipil, Mesin, Industri, Lingkungan Elektro Faculty
of Engineering).
Jarak antara Air Tawar – Limau
Manih cukup jauh. Mungkin inilah yang menjadi penyebab berkurangnya anggota EBC
dari tahun ketahun. Jadi dapat di pastikan masa antara th 2001-2006 merupakan
masa dimana EBC mulai tidak jelas keberadaannya dan tidak se booming dulunya.
Pengkaderan tidak berjalan lancar, karena untuk pergi latihan anggota mesti pergi
ke air tawar, dan itu cukup memakan waktu.
Di tahun 2002 EBC masih cukup
dikenal, karena pada masa kepengurusan Feric sebagai ketua, EBC masih sempat
mengikuti beberapa Tournamen, dan mengadakan Open Tournament Bridge. Dan
hasilnya tidaklah mengecewakan. Di masa ini selain dihiasi oleh wajah2 lama,
juga lahir nama2 baru seperti John Lambuak, Leon, Ucok, Ajo Alif, Novy dan
beberapa nama lainnya.
Kita lanjut ke tahun 2003, adalah
tahun dimana saya bersama teman2 seangkatan lainnya seperti Acy, Pau, Puter, BN,
Novec, Donal, Ori, Kaniang, Jup, Kulak, Nando, Khuss, Pitunk dan teman2 lainnya mengenal
EBC.
Kami mengikuti penerimaan anggota
di sekretariat EBC di Air Tawar. Dan sempat juga mengikuti Acara Buka Puasa bersama.
Lagi lagi dikarenakan jarak untuk
latihan dan kerkumpul yang jauh, jadi tidak semua dari kami rutin untuk latihan
tiap minggunya. Walaupun senior seperti Meki, Bom, John, Leon, Ucok tetap
semangat untuk menyuruh kami untuk datang latihan.
Hingga pada akhirnya sebagian dari
kami mulai melupakan permainan Bridge, dan rata2 dari kami hanya mengenal
dasar2 permainan Bridge yang popular dengan sebutan Trump, tapi hanya ada satu
nama dari angkatan kami yang eksis untuk mengikuti perkembangan Bridge, yaap..
dialah Pau. Sosok kalem (kalam), yang cukup lihai mengolah beraneka permainan
penalaran. (Pau, janganlah dirimu Ge-eR…)
Di tahun 2004, 2005 pengkaderan
anggota baru EBC terbilang tidak ada. Mungkin penyebabnya dikarenakan angkatan
2002 sudah mulai disibukkan dengan kegiatan perkuliahan, dan angkatan kami pun
(2003) tidak mengenal banyak tentang bridge di tambah lagi sekretariat yang
mulai tidak terurus.
Kondisi ini sampai juga ke telinga
para senior2 EBC terdahulu, baik itu para pendiri ataupun para Senior yang
telah membawa harum nama EBC dengan sederat piala, piagam dan beberapa
penghargaan.
Selenting terdengar kalau para
Alumni mulai menanyakan keberadaan EBC.
“EBC masih ada ga…??”
“kemana nih EBC,,?? Ko ga ada
kabarnya lagi..??”
Dan beberapa pertanyaan lainnnya
yang membuat kami angkatan termuda kala itu mulai berfikir.
Sekilas cerita dari mulut kemulut
juga terdengar, kalau di EBC ada siklus turun naik.. dimana ada suatu masa EBC
itu Jaya, dan ada juga suatu kondisi dimana EBC itu menghilang..
Dan benar,, pada saat itu EBC
seperti hilang tanpa kabar berita.
Seperti sebuah takdir, dan sebuah
pembenaran terhadap siklus tersebut. Ada rumor bahwa akan di bangun Sekretariat
untuk UKM Fakultas Teknik.
Sekretariat itu nantinya hanya bisa
di huni oleh 4 UKM. Dan pada saat itu yang masih eksis UKMnya adalah PAITUA
Teknik Unand, FORISTEK dan BEM Fakultas. Dan tersisa satu ruangan yang masih
tersisa.
BEM dibawah kepengurusan Febry, sempat menanyakan kepada kami (angkatan 2003) tentang keberadaan EBC,
apakah masih aktif dalam berkegiatan. Sebab kalau EBC tidak jalan, ruangan yang
kosong itu akan ditempati oleh UKM Keolahragaan atau UKO Fakultas Teknik, yang
pada masa itu juga bernasib sama dengan EBC.
Saya masih ingat pada suatu sore
saya dan Febry ngobrol santai dari lantai 2 Sekretariat yang baru selesai di
bangun itu, dia menanyakan kepada saya,,
“gimana nih zhy,, ruangan yang
kosong ini buat EBC atau UKO..??”.. Febry bertanya sambil memandang lepas ke
perbukitan Limau Manih..
“Buat EBC aja Feb.. soalnya kami
udah mulai merumuskan pengkaderan untuk angkatan 2005..” saya membalas ucapan
Febry.
Dan mengenai UKO, kebetulan
pentolan waktu itu juga di handle oleh Angkatan 2003 yang mayoritas di urus
oleh teman2 dari Teknik Mesin, jadi ketika saya ngobrol dengan pengurus UKO,
mereka setuju saja kalau ruangan itu di pakai oleh EBC.
Akhirnya Febry selaku Ketua BEM
setuju kalau ruangan itu di gunakan untuk EBC.
Dan kami dari angkatan 2003 mulai
mendiskusikan gimana agar EBC dihidupkan kembali.
Adalah Pau yang sejatinya sudah
dari dulu ingin agar EBC tetap hidup dan kegiatannya berjalan, sangat ingin
menghidupkan kembali EBC. Begitu juga dengan John, Leon, Ucok juga menyuport
rencana menghidupkan kembali EBC ini.
Namun, dikarenakan Pau sibuk di
Labor, tapi Pau tetap menyuport dan memanfaatkan waktu luangnya untuk membenahi
EBC kembali.
Adalah saya, BN dan Kulak, yang
pada saat itu sangat antusias untuk belajar Bidding, Trik dan seluk beluk
tentang Bridge.
Kami bertiga satu tempat kos, dan di situ juga tinggal “Adek” teman dari fakultas Mipa. Kebetulan pada masa itu UKM Bridge dari Fakultas MIPA, Ekonomi dan Pertanian cukup dikenal.
Kami bertiga satu tempat kos, dan di situ juga tinggal “Adek” teman dari fakultas Mipa. Kebetulan pada masa itu UKM Bridge dari Fakultas MIPA, Ekonomi dan Pertanian cukup dikenal.
Kami bertiga belajar dari Adek,
hampir tiap malam kami belajar bidding. Dan jika Pau tidak sibuk di Lab, dia
menyempatkan diri untuk belajar bridge bersama. Perlahan tapi pasti, kami mulai
menularkan virus Bridge ke teman2 seangkatan yang tadinya hanya tau Trump
sekarang sebagian dari mereka sudah mulai memainkan Bridge walaupun bidding
masih asal2an.
Aktifitas kami ini sempat dilihat
oleh Frizen (angkatan 2004) yang kebetulan sering maen ke base camp angkatan
2003, dan secara tidak langsung dia tertarik dan mulai mempelajari teknik
bidding dan trik permainan bridge.
Tidak hanya sampai disitu, saya dan
BN mulai “jemput bola”,, maksudnya kami berdua menemui langsung anak2 dari
Angkatan 2005 untuk mengenalkan istilah Bridge dan cara bermainnya.
Saya masih ingat, pada suatu malam kami
berdua berkunjung ke kediaman Adam (Komting Angkatan 2005), yang kebetulan
angkatan mereka sering berkumpul disana.
Kami mengenalkan permainan Trump.
Tapi apa yang kami dapat malam itu,
Adam dan teman2 sedikit meremehkan permainan Trump, tapi mereka tetap penasaran
dan mau belajar bagaimana cara bermainnya.
Setelah kami beritahu bahwa bermain
Trump ini seperti permainan cangkul, namun disini dituntut kejelian kita dalam manganalisa
kemungkinan peluang menang dari kartu yang kita mainkan, dan uniknya, dalam permainan
Trump kita tidak bisa berbuat curang, dan itu pasti akan ketahuan.
Naah, dari situ mereka mulai
tertatik. Dan semenjak saat itu perlahan2 kami mengundang anak2 dari Angkatan
2005 dan angkatan 2006 untuk belajar bermain trump.
Saya masih ingat waktu itu Oce,
Vicry, Adi, Kabuik dan beberapa teman lainnya kami ajarkan cara bermain Trump
di kosan.
Oya saya hampir lupa, saya masih
ingat di waktu saya, BN dan Kulak belajar Bridge, kami mendapat kabar bahwa ada
tournament Bridge yang diadakan oleh PLN Sumbar. Dan yang hebatnya Kulak dan BN
memberanikan diri untuk iktu dalam tournament itu dengan modal nekat. Dan
Alhamdulillah hasilnya mereka kalah. Hahaa…
Akhirnya Trump sudah mulai familiar
di kalangan kampus, dan perlahan2 dari mereka (angkatan 2005, 2006) kami undang
untuk datang ke Sekretariat untuk bermain bersama.
Seiring dengan itu, Saya, BN, Pau mulai berencana membenahi Sekret
yang udah cukup lama kosong dan hal ini di support oleh Donal selaku Komting
Angkatan 2003, Novec, Puter, Kaniank, Jup, Acy, Nando, Khuss dan ada satu nama lagi di angkatan kami yaitu Ori. Kebetulan pada
masa itu dia adalah ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil.
Sebagai langkah awal, BN mulai
mendesain kembali spanduk EBC sedangkan saya membuat meja lesehan tempat untuk
bermain bridge. Dan pau sendiri juga berjasa dalam menyediakan bahan2 berupa
papan, kayu dan meminjamkan alat pertukangan. Kebetulan sisa dari bongkaran
Labor Gambar.
Adapun novec merelakan Lemari di
rumahnya untuk di pakai di secretariat.
Perlahan lahan sekretariat mulai
terbenahi, dan semua piala2, piagam2 arsip dan dokumentasi EBC di masa keemasannya
di pindahkan kembali ke sekretariat yang baru.
Seperti sudah ditakdirkan bahwa EBC
ini akan hidup kembali, tersiar kabar bahwa Alumni Fakultas Teknik ingin mengadakan
Kuliah Umum yang merupakan rangkaian acara dari IKATAN ALUMNI TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS (IKATUA) sekalian
acara Trump Gembira di Kampus.
Bak gayung bersambut, sore itu
Miing, Incek, Bayan datang ke sekretariat yang baru untuk menemui pengurus EBC
yang ada waktu itu, ya spontan saja mereka langsung dihadapkan dengan kami.
Sore itu di Sekretariat PAITUA kami
(saya, pau, bn, puter, novec dll saya lupa) berdiskusi dengan para Alumni.
Nah, dari hasil pertemuan dengan alumni
itu, EBC mulai diarahkan lagi dalam organisasi dan pengembanganya. Akhirnya
dibentuklah kepengurusan yang baru, dah keluarlah Novec sebagai ketua EBC
setelah Feric yang di angkat di tahun 2002 dan baru di tahun 2006 lahir ketua
yang baru.
Alumni yang waktu itu di motori
langsung oleh Incek sangat bersemangat untuk memberikan pelajaran Bridge pada
pengurus bridge yang baru. Di sela2 waktunya Incek dan Bayan mau mengajarkan
kami cara bermain bridge. Waktu untuk latihan di kampus (Sekretariat yang baru) diadakan dua kali dalam
seminggu. Dan di hari minggu kami latihan di base camp angkatan 2003.
Hal ini di lakukan agar kami
memiliki cara bidding yang sama dalam permainan.
Hingga pada akhirnya dengan Rahmat
Allah Yang Maha Kuasa, EBC hidup kembali.
Dan acara Trump Gembira seperti
keinginan Alumni kami selenggarakan dengan sukses dan lancar.
Sejak saat itu EBC mulai bergairah
kembali, sekretariat pun terus dibenahi, kepengurusan kembali berjalan, kami
seperti kepompong yang perlahan2 tumbuh menjadi seekor kupu2 cantik dan indah
dipandang mata, dan disukai banyak orang.
Oya hampir saya lupa, saya menulis
cerita ini adalah untuk memberikan apresiasi kepada beberapa teman dari
angkatan 2003 yang sempat terlupakan dan tidak muncul kepermukaan. Mereka
diantaranya adalah :
BN
(si pembuat spanduk EBC yang sekarang terpampang di Sekretariat EBC, dan sablon
yang ada di meja latihan EBC), Kulak (peserta turnamen dengan modal nekat), John,
Leon, Ucok (senior kami dari angkatan 2001 dan 2002 yang juga selalu semangat mengajarkan
kami), Febry (Ketua BEM, yang telah menyetujui memakai ruangan untuk EBC),
teman2 dari Teknik Mesin 03 seperti Fadly Paniank, Ajo, Adik, Dion, Sudung, Ed dll (dari UKO),
Donal (Komting Sipil 2003), Nando, Khuss (yang menyempatkan diri bermain trump
dan rapat bersama mambahas agar EBC hidup kembali walaupun sedang mengawas
praktikum di lab Mektan), Jup, Kaniank, Burung, Dhani Aziz, Rimi, Pitung, Bob dan kawan2
sipil 03 lainnya yang meramaikan kembali permainan Trump, Gulai (Teknik
Industri 03, si kidal yang jago main trump), dan teman2 tetangga dari PAITUA
dan FORISTEK yang juga ikut menyemangati lahirnya kembali EBC.
Merekalah “Mata Rantai yang
Terlupakan” dan mereka semua adalah
tokoh belakang layar dibalik bangkitnya EBC.
Terimakasih untuk kalian semua,
kalian telah melukiskan sepenggal catatan tinta emas dalam perjalanan
kembalinya EBC.
Kita kembali pada kepompong, yaap…
memang begitulah kenyataannya…
Selama masa kepengurusan Novec dan
jajarannya, maka terciptalah regenerasi
yang melahirkan nama2 seperti :
Angkatan 2003 : Novec, Acy, Puter,
Pau (mereka masih eksis sampai mengikuti beberapa kejuaraan)
Angkatan 2004 : Frizen
Angkatan 2005 : Cyntia dan Restu
(tim ladies). Oce, Pur, Ijonk, Adam, Berliando, Cabiak, Rendy dll (saya lupa
nama2 angkatan kalian,, sorry…)
Angkatan 2006 : Kabuik, Dicky,
Yogi, Kojek, Dipo dll dan beberapa orang tim ladiesnya.
Dan di tangan mereka lah prestasi
demi prestasi mulai diraih, mereka mulai mengikuti setiap lomba2 ataupun
turnamen2 yang di adakan oleh lembaga2 pemerintahan.
Seiring berjalannya waktu, dimana
teman2 dari angkatan 2003 sudah mulai menyelesaikan perkuliahannya,
kepengurusan dilanjutkan kepada Oce.
Dan dari sinilah EBC semakin
dikenal, dan terus melahirkan kader2 yang handal dan piawai dalam bermain
bridge. Mereka yang tergabung dalam angkatan 2007, 2008 melahirkan nama2 seperti Deny, Paulina, Ayu,
Yani, Widya, Wirna Asrul, dll (saya juga lupa nama2 angkatan kalian, sorry…)
Sekarang EBC sudah kembali booming,
EBC kembali diperhitungkan di setiap kejuaraan yang di ikuti, EBC sudah kembali
merasakan kembali masa2 keemasannya. HIDUP EBC..!!!
Bahkan kabar terbaru beberapa
member EBC di pakai untuk mengikuti Kejuaraan PORDA SUMBAR yang mewakili
beberapa daerah. Dan EBC juga mengikuti Kejurnas, Porprov daan kejuaraan2
bergengsi lainnya…
Mungkin prestasi EBC saat ini bisa
ditanyakan langsung kepada orang yang bersangkutan (terutama di masa
kepengurusan Oce dan Dipo selaku ketuanya)
Cerita ini saya buat tanpa ada
maksud apa2, cerita ini semata2 hanyalah untuk dijadikan semacam sepenggal
perjalanan yang alangkah baiknya di ketahui oleh kader2 EBC sekarang dan selanjutnya.
Dan terakhir, saya mewakili teman2
dari Angkatan 2003 mengucapkan terimakasih yang sedalam dalamnya kepada para
Alumni EBC (tanpa terkecuali) yang masih selalu memantau dan peduli akan
perkembangan EBC sampai saat sekarang ini. Dan juga terimakasih kami untuk
penerus kami karena telah melanjutkan tongkat estafet kearah yang lebih baik
seperti saat sekarang ini.
Dan harapan kita bersama, jagalah
selalu kebersamaan antara kita, semoga EBC selalu Jaya dan Semakin Bersinar dan
meraih lebih banyak prestasi lagi. HIDUP EBC… !!
Sekian dari saya.
Wassalam,
ZHY
Saran saya tetaplah semangat dan sebisa mungkin tetap mengibarkan nama EBC dimana pun kalian bertanding.. pakai selalu identitas EBC.... (K3N^94)
BalasHapusterharu... tks zhy and been.. kalian berdua dan angkatan 2003 lainnya selalu ada untuk EBC.. (rasarzo)
BalasHapusbravo untuk tulisan mencerahkan ini, semoga "kedjajan bangsa" bisa berulang salah satunya kontribusi dari EBC...(miing)
BalasHapuspadiah sanak
BalasHapuskangen main bridge lagi, Da jejenk.. masih jelas dalam ingatan suka duka di sekre.. Baru 2 minggu belajar bridge malah langsung tanding.. wkwkwkwk... belum ada tim ladies.. lawannya bahkan bapak-bapak yang udah pro semua.. wkwkwkwk.. taragaaaak...
BalasHapusPertahankan regenerasi dan tingkatkan prestasi..!!
BalasHapusmantabs sanak..!!
mudah2n jadi motifasi bagi UKM yg lain...
(jack Antu)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusPertahankan semangatnyo....bagus bana..
BalasHapus