29 – 30 Oktober 2011
Jumat sore (28 Okt ’11) hujan
turun dengan derasnya..
Begitu keluar dari kantor segera
ku berlari di bawah rintik hujan menuju kost-an. Dan Alhamdulillah selepas Isya
hujan mulai reda, akupun langsung menuju kostan Marta untuk menunggu kedatangan
Bobby, iin, Bayu n Vi2.
Setelah mereka semua datang, aku
ama Bayu pergi ke Kramat Jati ngambil mobil dan tepat pukul 23:00 kami semua
meninggalkan Jakarta dan bersiap menuju Djogjakarta untuk mengukir kisah2
romansa.
Mampir di rest area pertama di tol cipularang buat beli bekal makanan, perjalanan
kami lanjutkan. Jalan yang baru pertama kami lewati, yang hanya bermodal
secarik kertas yang berisi rute perjalanan dari Jakarta – Djogjakarta via jalur
selatan.
Setelah melewati banyak belokan,
tanjakan dan turunan akhirnya kami nyampe di daerah Tasik dan beristirahat
sejenak untuk sholat subuh.
Pukul 07:00 kami mampir di
Restoran PringSewu daerah Banjar.
Karena udah semaleman ga sikat
gigi, maka wastafel restoranpun jadi rebutan kami. Bak lomba sikat gigi
pepsodent, kami berdiri rapi sesuai dengan wastafel masing2.. hehee… ^^
Cheeezzz… senyum sumringah dan nafas
segar sambil tersenyum kami berfoto riang.
setelah perut sedikit keisi kami
melanjutkan perjalanan menuju Djogja.
Dan akhirnya pukul 15:30 kami
memasuki kawasan Candi Borobudur, sebuah lokasi yang selama ini hanya ku lihat
dari gambar, itupun waktu masih duduk di bangku SD, gambarnyapun masih hitam
putih. Dan sekarang, aku benar2 melihat langsung gimana bentuk asli Candi
Borobudur itu. Dan ternyata persis sama seperti yang ada di buku2 pelajaran
waktu masih SD.
Mengitari kawasan candi, berfoto
dan bercengkrama bersama benar2 liburan yang teramat berkesan.
Padahal tidak satupun diantara
kami yang menyempatkan mandi. Hahahaa….
:D dasar The Fumble Team
Tak apa, walaupun belum pada
mandi, yang penting kita semua hepi…. Horeee… Jogjaa…. Jogjaaa…. :D
Waktu berkunjung habis, petugas
menghimbau agar para pengunjung meninggalkan kawasan candi.
Satu persatu pengunjung
meninggalkan area candi, dan dalam perjalanan turun kami di serbu oleh para
pedagang souvenir yang dengan sedikit ngotot menawarkan barang dagangannya.
Akhirnya aku membeli beberapa
souvenir, karena mereka menjual dengan harga murah..
Selepas magrib, kami melanjutkan
perjalanan menuju penginapan.
Ngomong2 soal penginapan, kami
dibantu ama Ari, yang kebetulan tinggal di Djogja.
Berhubung waktu check-in kami dimulai
pada pukul 22:00, sementara waktu masih menunjukkan pukul 19:30, maka kami di
ajak Ari unttuk bersih2 di kost-an dia aja.
Thanx bgt to Ari… ari memang sesuatu bgt
dah…
Bersih, rapi, wangi… (abis mandii gitu looooh…. )
malam itu kami bersiap untuk melanjutkan
wisata menuju Malioboro.
Malioboro adalah sebuah tempat
yang udah dari dulu ku cita-citakan untuk menginjakkan kaki di sana. Dan alhmdulillah yaah… Aku akhirnya bisa
mengunjungi Malioboro.
Setelah puas di kawasan
malioboro, kami diajak Ari ke alun2 yang ada pohon beringinnya. Di sana
terlihat banyak orang yang asyik melakukan semacam kebiasaan seru dan unik
yaitu berjalan menuju dua pohon besar dengan mata tertutup dan melewati bagian
tengah antara dua pohon tersebut.
Hahaa… sepintas emang terlihat
sepele, dan gampang bgt untuk ngelewatin bagian tengahnya karena jarak dua
pohon itu cukup jauh sekitar 20m. tapi, setelah mata ditutup, emang gak mudah
untuk melewatinya. Udah ga heran lagi kalo banyak pengunjung yang melenceng
dari sasaraan. Ada yang melenceng ke kiri pohon, ada yang kekanan, bahkan ada
yang berputar dan kembali ke tempat semula. Benar2 aneh,,, dan itu memang
terjadi. Martha ama Boby sempat merasakan itu. Mereka berputar kembali ke
tempat semula.
Kalo Bobby bilang *lingkaran sempurna.. hahaa… :D
Akhirnya dengan kerja keras dan
semangat pantang menyerah kami semua bisa melewati dua pohon besar itu,
terkecuali dengan salah seorang sobat kami ****** (ga enak kalo disebutin disini… hehehee…) cukup kita2 aja yang tau…
02:00 dini hari kami menuju
penginapan di jalan Kaliurang.
Dan setelah bersih2,,,
ZzZzZz….ZzZzZzZz…..teparrrrrr…..moloorrrrr……ZzZzZz…ZzZzZz…..
06:00 (30 Oktober 2011) waktu
Djogja
Aaahh…. Pagi yang indah di
Djogjakarta…
Bobby sang Leader, bongkar kompor
dan nesting buat nyiapin yang anget2 di pagi hari.
Thanx Leader… hehee… *mantap sanak..!! siswanto bgt..!!
Tiba2 Ari datang, ayoooo ayooo… siap2..!! katanya mo beli
oleh2… *Ari ngoceh..
Sebelum menuju tempat oleh2, Ari mengajak
kami sarapan *lontong gulai.
Jauh2 ke Djogja, sarapannya
padang lagii padang lagii…. Hahaa… :D
Selesai nyarap, kami menuju
Malioboro buat beli souvenir dan oleh2.
Lagi2 Ari bertindak sebagai
pemandu yang baik..
Sekali lagi…. Thanx bgt to Ari… makacie atas waktunya,
bantuannya dan makacie bgt atas kebersamaannya… mdh2 kami bisa kembali
berkunjung ke Djogja… Amiin.
10:00 (30 Oktober 2011)
tiba waktunya kami berpisah ma
Ari,, sedih campur bahagia… walau hanya baru sehari bertemu, tapi kebersamaan
yang terjadi terasa sudah lama terbina.
Terimakasih sobat.. terimakasih sobatku.. terimaksih untuk sobat kami…
Ari…!!
Seiring laju mobil, seiring itu
pula Djogja berlalu, seiring itu juga Romansa ini tercipta dalam benak kami
masing2 hingga pada akhirnya kutuangkan dalam tulisan ini.
Kami melanjutkan perjalanan
menuju Jakarta, melewati daerah2 yang asing bagi kami, menikmati perjalanan yang
berliku dihiasi pepohonan, bebukitan dan sawah2 hijau yang menyejukkan mata.
Ceria riang gembira dan penuh
canda tawa kami melewati itu semua.
Dengan menghabiskan budget sekitar Rp 350rb / org'a, trip Jakarta Djogja benar2 melukiskan cerita penuh romansa. ciihuuuy...
Terimakasih Tuhan, atas izin Engkau kami bisa menikmati ini semua..
Alhamdulillah…
Mampir untuk yang kedua kalinya di
restoran Pring Sewu, melewati tanjakan nagreg, dan guyuran hujan di Tol Cipularang.
Hingga pada akhirnya tepat pukul 01:00 kami keluar Tol Cawang dan mengantarkan
Vivi ke Rawamangun, Martha di Mampang Prapatan, Ririn ke Margonda Depok dan
Bobby ke Fatmawati.
Aku ama Bayu menuju Kramat jati ngembaliin
mobil ke rumah Mama Adit.
Dan pukul 04:00 aku merebahkan
badan di kamar kost-ku setelah dianter Bayu dengan Sepeda motor Vixion’a…
aaaaahhh… ZzZzZz…
*thanx to :
Aseh atas referensinya ngenalin Ari sang pemandu kami selama di Djogja…*makacie
ea Buk..
Ija atas pinjaman kamera keren’a… *met ultah ya Jaaa…
Mama Adit atas sewaan mobil’a..*Alhamdulillah mobilnya
kembali dalam keadaan mulus tanpa lecet.
Ari sang pemandu kita…satu kata untuk anda brader… SALLUTE..!!







hehehe...
BalasHapussate padang asli kaliurang,,, sayang yaaa... cuma sempat nyicipin lontong sayurnya... padahal satenya enak juga...
kalo mampir ke Jogja lagi, coba makan di dapur sambar, pondok cabe, atau pedas-pedas...
sebuah cafe yg nyaman buat nongkrong, sambalnya pedas smua, pas di lidah org Sumatera, dan harganya jg terjangkau... ^_^
oyaa...??
BalasHapuswaah,, pke deeh..
next trip Djogja kami akan mampir k sna..
makasie ea mbak hotspotnya.. :)
salaam..
Mantap mah Da Ruzy ^_^
BalasHapus